Empat Saksi Dihadirkan Kasus Proyek Makam – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
d64a2818 saksimakam3


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pagaralam menghadirkan empat terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pagar makam atau kuburan pada Dinas Sosial Kota Pagaralam guna memberi keterangan di hadapan majelis hakim Tipikor PN Palembang.

Keempat terdakwa tersebut dihadirkan secara virtual dalam sidang yang digelar Selasa (25/5) di hadapan majelis hakim diketuai Abu Hanifah SH MH yakni Romzi, Yudi, Gunawan serta Juliansyah yang keempatnya merupakan kontraktor pelaksana proyek.

Dalam sidang terungkap keempat terdakwa mengakui bahwa mendapatkan beberapa paket proyek tersebut tanpa mengetahui dasar-dasar ilmu pengerjaan proyek, bahkan salah satu terdakwa mengaku tidak mempunyai perusahaan, hanya bermodalkan pinjam CV teman.

“Saya mendapatkan tiga paket dari proyek tersebut dengan nilai kontraknya Rp 147 juta, perusahaan itu pinjam dari teman dan tidak mengerti secara umum mengenai proyek,” ungkap terdakwa Yudi.

Senada dengan terdakwa Yudi, terdakwa Romzi mengaku turut mendapatkan 4 paket dari 18 paket pengerjaan proyek yang mana CV Manalagi miliknya tersebut baru dibuat sekitar tahun 2017 silam.

“CV Manalagi itu saya bikin sendiri dengan wakil direktur itu istri saya sendiri, saya dan istri saya juga tidak mengerti teknis pengerjaan proyek hanya saat pencairan dana itu ditransfer saya ambil sendiri melalui rekening perusahaan,” kata terdakwa Romzi.

Di hadapan majelis hakim para terdakwa kompak mengakui bahwa perbuatan mereka tersebut telah menyalahi aturan, oleh majelis hakim persidangan kembali akan digelar pada Selasa dua pekan kedepan dengan agenda pembacaan tuntutan dari penuntut umum.

Ditemui usai sidang Supendi SH MH penasihat hukum untuk tiga terdakwa Romzi, Yudhi dan Gunawan mengatakan bahwa kliennya mengakui kesalahan terutama mengenai teknis pengerjaan proyek hanya berdasarkan perintah dari terpidana Dolly Hrven selaku staff PPK proyek yang telah divonis penjara 1 tahun 3 bulan.

Diketahui, perkara ini merupakan pengembangan kasus sebelumnya yakni dugaan korupsi pengerjaan proyek pagar makam bersumber dari dana APBD Kota Pagaralam tahun 2017 sebesar Rp6,3 miliar. Mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp697 juta dari 18 paket proyek.

Keempat terdakwa disangkakan melanggar Primer Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (fdl)





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Peringati HPN 2021, Kapolres Gowa Harap Sinergitas Polri dan Insan Pers Kompak Menangkal Hoaks
  • Bagikan