Waspada Kondisi Perubahan Cuaca, Temukan Peningkatan Titik Hotspot – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
4fb2e590 hotspot


banyuasin vaksin

cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Jumlah hotspot di Sumsel sudah mulai menunjukkan tanda kenaikan. Sejak awal tahun, jumlahnya saat ini sudah mencapai 311 titik. Rinciannya, Januari sebanyak 11 titik, Februari 17 titik, Maret 49 titik, April 122 titik dan Mei 112 titik.

Meski perlahan mengalami peningkatan, namun belum ada kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang berdampak besar. Saat ini, cuaca hujan yang masih melanda sebagian besar wilayah Sumsel membuat kondisi lahan masih dalam keadaan basah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan, situasi lahan saat ini belum ada yang mengalami kekeringan. Bahkan, beberapa wilayah ada yang terserang banjir lantaran hujan yang mengguyur masih cukup deras.

Baca Juga :  Pengakuan Kerabat, Kantor Sempat Didatangi Beberapa CJH

“Kalaupun ada titik api itu tidak dianggap kebakaran hutan dan lahan. Hanya orang yang membakar sampah atau lainnya. Jumlah hotspot juga masih belum banyak,” kata Ansori saat dibincangi cakrawalarafflesia, usai mendampingi peninjauan Kepala BNPB, Letjen (purn) Dr Doni Monardo, di Terminal Alang-alang Lebar, Palembang Sabtu (22/5).

Sementara Kabid Penanganan Kedaruratan, Ansori menambahkan, sesuai dengan prediksi BMKG puncak kemarau bakal terjadi di Agustus-September. “Juni kemungkinan sudah mulai masuk. Namun, puncaknya itu di Agustus atau September. Kalau sekarang masih ada hujan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengantin Baru Nekat Edarkan Sabu Di Bengkulu

Meski begitu, pihaknya tetap waspada dengan kondisi perubahan cuaca yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kondisi tim penanganan Karhutlah saat ini masih berada di unitnya masing-masing. Nantinya, ketika terjadi peningkatan eskalasi Karhutlah, pihaknya bakal segera membentuk posko gabungan.

“Sejauh ini, karena titik api belum terlihat, tim masih tetap berada di unitnya masing-masing dan akan diturunkan apabila ada kejadian Karhutlah. Hanya saja, kalau ada peningkatan intensitas serangan, kami akan membentuk posko gabungan,” ucapnya.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan