Utangnya Dilunasi, Guru TK Mengaku Menyesal Masuk Jebakan Pinjaman Online

  • Bagikan
400e4b4b screenshot 132

MALANG – Guru TK korban pinjaman online (pinjol) di Kota Malang, S tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan dari Baznas Kota Malang. Uang Rp26,2 juta yang diterimanya digunakan untuk melunasi seluruh utangnya. 

S mengaku terharu dengan uang tunai yang diterimanya. Dia juga berterima kasih kepada Pemkot Malang dan semua pihak yang membantunya. Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat akar menghindari pinjol. 

“Saya mengucapkan terima kasih telah memabntu menyelasikan masalah saya, saya sangat menyesal telah masuk dalam jebakan pinjol dan saya mohon maaf dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar S sambil terisak, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga :  DPR Targetkan RUU Pelindungan Data Pribadi Selesai Sebelum 2021

Penyerahan uang bantuan dilakukan di kantor Baznas yang terletak di area Balai Kota Malang.

Sementara itu menurut Ketua Baznas Kota Malang, Sulaiman, dengan disalurkannya uang bantuan tersebut, pihaknya akan menunggu bukti pelunasan utang dari kuasa hukum S.

Jika ada platform pinjol yang tidak bisa dihubungi, maka sisa uang akan digunakan untuk modal usaha S. 

Sebelumnya, S diperiksa Satreskrim Polresta Malang Kota. Didampingi kuasa hukumnya, Jumat (21/5/2021) pagi, S memenuhi panggilan polisi, setelah sebelumnya secara resmi melapor atas semua teror dan ancaman yang dialaminya dari para debt collector pinjol. 

Baca Juga :  Tidak Punya Ponsel, Guru Ajak Muridnya Belajar di Sawah

Total ada 19 platform pinjaman online dan 84 nomor yang meneror S dilaporkan ke polisi. 

Kasus S menjadi perhatian publik. Selain diteror 24 debt collector pinjaman online, S juga diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru TK setelah mengabdi selama 13 tahun.

S sendiri berhutang Rp2,5 juta di pinjaman online untuk membayar uang kuliah. Jumlah utangnya membengkak menjadi Rp40 juta.

melansir Okezone

  • Bagikan