Dokter Maradona Dituntut Pasal Pembunuhan

  • Bagikan
15827284 diego maradona 4 169

Sebanyak tujuh tenaga medis yang menangani Diego Maradona dituntut dengan pasal pembunuhan karena dianggap lalai yang menyebabkan kematian seseorang.

Ketujuh tenaga medis itu termasuk ahli bedah saraf Leopoldo Luque dan psikiater Agustina Cosachov sebagai dua pemimpin tim medis Maradona, dan lima tenaga medis.

Mereka bisa menghadapi hukuman penjara selama 8 hingga 25 tahun jika terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Dikutip dari Sportnet berdasarkan laporan AP, ketujuh orang itu didakwa dengan involuntary manslaughter atau perbuatan yang membuat orang lain meninggal karena kelalaian.

Baca Juga :  SHINee Kemas Ulang Album Don't Call Me, Tambah 3 Lagu Baru

Dalam laporan tim medis yang diberikan kepada jaksa pada bulan ini, Maradona menderita sakit selama lebih dari 12 jam, tidak menerima perawatan yang memadai, dan masih bisa hidup jika dirawat di rumah sakit dengan benar.

“Tanda-tanda hidup pasien diabaikan. Pasien menunjukkan tanda-tanda yang jelas dengan periode penderitaan yang berkepanjangan, setidaknya selama 12 jam,” tulis laporan tim medis.

Birghton and Liverpool players pay their respect to soccer Legend Diego Maradona prior to the start of the English Premier League soccer match between Brighton and Hove Albion and Liverpool at the Amex stadium in Brighton, England, Saturday, Nov. 28, 2020. (Neil Hall/Pool Via AP)Kepergian Diego Maradona jadi jadi duka bagi sepak bola dunia. (AP/Neil Hall)

Tim medis juga menjelaskan, perawatan yang diterima Maradona di rumahnya tidak memenuhi persyaratan minimun dengan riwayat kesehatan seperti Maradona. Mereka menyebut, juara Piala Dunia 1986 itu akan bertahan jika dirawat inap dengan fasilitas yang memadai.

Baca Juga :  Daftar Pemenang SBS Entertainment Awards 2020

Pada awal Mei pengacara Leopoldo Luque yang jadi salah satu terdakwa, Julio Rivas, menyebut laporan forensik tim medis cacat.

Diego Maradona meninggal di usia 60 di rumahnya di pinggiran Buenos Aires karena serangan jantung pada 25 November 2020 usai menjalani operasi otak dua minggu sebelumnya.

melansir cnnindonesia

  • Bagikan
Positive SSL