4 Spesies Burung di Bumi yang Dominan dari 50 Miliar

  • Bagikan
96f9a936 91f5 49f9 8c77 bec1403b81c2 169

Laporan terbaru memperkirakan ada 50 miliar burung liar yang ada di Bumi. Namun, hanya ada empat spesies yang dominan dari jumlah itu.

Peneliti mencatat empat spesies burung yang dominan di alam liar adalah burung pipit (Passer domesticus). Kemudian diikuti oleh jalak Eropa (Sturnus vulgaris), camar paruh cincin (Larus delawarensis), dan burung layang-layang gudang (Hirundo Rustica).

Melansir New Scientist, keempat spesies itu jumlahnya diperkirakan lebih dari satu miliar ekor. Sedangkan yang lain adalah spesies langka, sekitar 1.180 spesies (12 persen) yang berjumlah kurang dari 5.000 ekor.

“Salah satu hal yang menarik adalah ibu pertiwi sangat menyukai spesies langka. Ini yang oleh beberapa orang disebut sebagai dominasi hiper, yang telah ditemukan pada tumbuhan pohon Amazonia dan kelompok tumbuhan lainnya. Ini tidak terlalu mengejutkan, tapi bagus untuk memiliki datanya,” kata Corey Callaghan dari Universitas New South Wales, Australia.

Baca Juga :  Viral ! Video Pria Bergamis Salat di Tengah Jalan Raya

Perkiraan sekitar enam burung liar untuk setiap manusia di planet ini adalah yang pertama sejak para peneliti sampai pada angka global 200 hingga 400 miliar burung yang tidak terdomestikasi 24 tahun lalu.

Kesenjangan besar antara studi tersebut bukan karena penurunan dramatis dalam jumlah burung, tetapi dijelaskan oleh metode yang lebih canggih yang menggunakan data untuk lebih banyak spesies.

Callaghan dan rekan-rekannya menggunakan database online eBird untuk membangun model yang memperkirakan jumlah spesies secara global. Untuk memastikannya bekerja dengan baik, mereka memeriksa silang hasil untuk 724 spesies dengan sumber data lain tentang burung yang dipelajari dengan baik.

Model tersebut kemudian diekstrapolasi menjadi 9.700 spesies, mencapai median 50 miliar burung liar di seluruh dunia.

Melansir Science Alert, para peneliti menandai dalam makalah mereka bahwa ada tingkat ketidakpastian dalam angka, yang tidak dapat dihindari karena sejumlah alasan. Misalnya, seberapa sering spesies tertentu dicari oleh pengamat burung, hingga pola migrasi tahunan.

Baca Juga :  Singgung Sumbangsih Milenial, Megawati Dicecar Warganet

Angka 50 miliar sebenarnya adalah rata-rata median dari perkiraan yang dihasilkan oleh penelitian, dengan rata-rata rata-rata mencapai 428 miliar.

Untuk membantu mendapatkan jumlah burung yang lebih akurat, para ilmuwan berharap untuk mengulangi penelitian tersebut setiap beberapa tahun. Mengulangi studi secara teratur akan memungkinkan para ahli untuk melihat bagaimana spesies tertentu berkembang dari waktu ke waktu.

“Mengukur kelimpahan suatu spesies adalah langkah penting pertama dalam konservasi. Dengan menghitung dengan tepat apa yang ada di luar sana, kami mempelajari spesies apa yang mungkin rentan dan dapat melacak bagaimana pola ini berubah dari waktu ke waktu,” kata Callaghan.

melansir cnnindonesia

  • Bagikan