Selesaikan Konflik Agraria, Gubernur Dukung Pemetaan 30 Ribu Hektar Hutan Tidak Produktif – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
47fcf7aa agraria


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) akan melakukan pemetaan kawasan hutan produksi yang dinilai tidak produktif di Sumatera Selatan (Sumsel).

Supaya lahan yang tadinya tidak produktif dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sekaligus bisa mengurangi potensi kebakaran hutan yang rentan terjadi disana.

Wakil Menteri ATR-BPN, Dr Surya Chandra mengatakan, tahap awal pemetaan dilakukan untuk 30 ribu hektare hutan produksi yang tidak produktif di Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin. Luasan hutan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga :  Duet Super Mom's Kepahiang Merintis Cafe Literasi Dengan Sop Buah

“Kita jadi tahu, permasalahan apa yang ada di sekitar kawasan sehingga tidak produktif. Lalu, solusi jangka panjangnya seperti apa. Tentunya butuh dorongan dari pemerintah untuk memuluskan kegiatan pemetaan ini,” ujarnya dalam konfrensi pers, usai rapat koordinasi pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang, di Hotel Arista Palembang, Kamis (20/5) petang.

Menjawab hal tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru memastikan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penuh inisiasi Kementerian ATR-BPN tersebut.

Sebab menurutnya melalui kegiatan tersebut, konflik agraria yang selama ini kerap terjadi di sekitar kawasan hutan bisa diselesaikan melalui kebijakan ini. Selain itu, juga bisa memberikan peluang bagi masyarakat kurang mampu untuk memiliki legalitas asset.

Baca Juga :  Buku Nikah Cetak Tetap Sah – cakrawalarafflesia

“Jika hutan yang tidak produktif ini dimanfaatkan tentunya akan mengurangi permasalahan kebakaran hutan yang hampir setiap tahun terjadi. Masyarakat sekitar juga terimbas, mereka dapat menggarap lahan dikawasan tersebut,” ujarnya.

Deru juga mengungkapkan, banyak modus oknum masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan hutan yang tidak produktif untuk menjadi pemukiman. Salah satunya dengan membangun rumah ibadah seperti masjid dan gereja, Selanjutnya membawa sanak saudara untuk membangun rumah dan tinggal di sana.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan