Kasus Tanah, Anak Jadi Saksi untuk Ortu Terdakwa – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
db14a772 sidangtjikmaimunah


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Kiagus Anwar SH kembali menghadirkan saksi langsung dihadapan majelis hakim PN Palembang dalam sidang pidana pemalsuan surat tanah yang dilakukan terdakwa Tjik Maimunah.

Adapun saksi yang dihadirkan, Kamis (20/5) yakni bernama Fahrul Rozi yang tak lain adalah anak kandung dari terdakwa yang pada intinya menjelaskan tentang tanah seluas lebih kurang 2 hektare tersebut telah dikuasai oleh orang tuanya sebelum anak pertama lahir.

“Anak pertama lahir sekitar tahun 1965, yang artinya tanah tersebut telah dikuasai sebelum anak pertama lahir, luas tanah sekitar 2 hektare sebelum akhirnya tanah tersebut dijual,” ungkap saksi Fahrul dihadapan majelis hakim diketuai Touch Simanjuntak SH MH.

Usai gelar persidangan mendengarkan saksi, terjadi adu argumentasi dari kedua belah pihak baik dari terdakwa melalui penasihat hukumnya Titis Rachmawati SH MH serta pihak terlapor diketahui bernama Ratna Juwita yang turut hadir dalam persidangan.

Titis Rachmawati dikonfirmasi mengatakan dari fakta persidangan menurutnya JPU terkesan tidak siap serta terkesan perkara ini bersifat dipaksakan agar segera lengkap dan dinaikkan dalam proses persidangan.

“Dalam persidangan sebelumnya juga terungkap fakta sampai pihak pelapor membawa alat berat hal itu menunjukkan bahwa siapa yang sebenarnya mafia tanah seperti yang pihak pelapor tuduhkan dengan klien kita,” sebut Titis.

Selain itu, Titis juga mengatakan bahwa perkara ini yang seharusnya bermasalah itu adalah pelapor sendiri dimana harusnya si pelapor menuntut orang tempat yang ia beli tanah sebelumnya.

Sementara itu Ratna Juwita Nasution, selaku pihak penggugat (pelapor) juga memberikan keterangan terhadap
pernyataan adanya alat berat yang ditempatkan di tanah tersebut, dirinya mengklaim bahwa hal tersebut tidak benar.

“Ini saya luruskan saja mengenai keberadaan alat berat tersebut, bahwasanya itu bukan milik saya, hanya saja secara kebetulan tanah saya berdampingan dengan tanah Mirza yang saat itu membawa juga petugas BPN guna menerbitkan sertifikat tanah milik Pak Mirza, jadi bukan saya,” ujar Ratna Juwita.

Disinggung mengenai keterangan saksi yang dihadirkan, Ratna menganggap bahwa saksi Fahrul Rozi telah memberikan keterangan yang tidak benar terutama soal lokasi kepemilikan tanah orang tuanya tersebut.

“Saya menganggap keterangan saksi itu terlalu mengada-ada atau berbohong, karena jelas lokasi tanah ini masuk dalam kelurahan 8 Ulu sementara saksi bilang 18 Ulu, hal itu dibuktikan dengan putusan gugatan yang kami menangkan mulai dari PTUN hingga tingkat MA,” tegas Ratna.

Dalam dakwaan singkat JPU, pada tangga 14 Juni 2012 terdakwa Tjik Maimunah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu.

Terdakwa mengajukan SPH atas namanya kepada Lurah 16 Ulu dan Camat SU II seolah-olah mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Pertahanan RT.053 RW 012, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II tanpa disertai surat/dokumen bukti hak pemilikan yang sah. (fdl).





Melansir Sumeks co

Baca Juga :  Simpan 21 Paket Ganja Kering, Warga Kepahiang Ditangkap Polisi
  • Bagikan