JPU Hadirkan 3 Saksi Korupsi Uji Tera, Kuasa Hukum Terdakwa Bilang Begini – cakrawalarafflesia

  • Bagikan
c30b8f4b uji tera


cakrawalarafflesia, PALEMBANG – Tiga orang saksi diketahui bernama Marjuli, Susi, dan Khairul yang merupakan staf PTPN 7 dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banyuasin dalam sidang lanjutan dugaan korupsi retribusi uji tera di Kabupaten Banyuasin di hadapan majelis hakim PN Tipikor Palembang.

Ketiganya dihadirkan langsung di hadapan majelis hakim diketuai Abu Hanifah SH MH, Selasa (19/5). Guna mengungkap fakta atas kasus yang menjerat dua orang oknum ASN Disperindag Kabupaten Banyuasin yakni Emen Hardianto, Hari Irwansyah serta Oknum ASN Disperindag Kota Palembang Tommy Ardiansyah serta Afghanis.

Dalam persidangan yang juga turut dihadiri penasihat hukum masing-masing terdakwa terungkap bahwa dugaan korupsi yang dilakukan oleh para terdakwa menurut saksi kegiatan uji tera tersebut memang benar dilakukan, bukan hal yang fiktif dan pembayaran dilakukan sesuai aturannya disertai dengan bukti-bukti kuitansi.

Baca Juga :  RSUD Kabupaten Kepahiang Dapat Bantuan Ventilator

“Saya membenarkan semua keterangan saya sebagaimana di dalam BAP penyidik Pak. Saya melihat bukti administrasi pembayaran uji tera ulang sebesar Rp7,7 juta yang ditandatangani oleh terdakwa Hari Irwansyah,” ungkap saksi Marjuli sebagai asisten akuntansi dan keuangan PTPN 7 unit Bentanyang kepada majelis hakim.

Hal senada juga diungkap dua saksi lainnya yang mengetahui hanya seputar uji tera ulang yang dilakukan pada PTPN 7 dan baru mengetahui adanya dugaan kasus tersebut saat dipanggil oleh tim penyidik saat itu.

Ditemui usai persidangan, M Redho Junaidi SH selaku penasihat hukum untuk terdakwa Emen Hardianto mengatakan, bahwa keterangan saksi yang dihadirkan oleh penuntut umum tidak terungkap fakta terperinci tentang perbuatan melanggar hukum terdakwa.

“Justru dari keterangan saksi tadi menjelaskan bahwa proses administrasi pelaksanaan uji tera telah dilaksanakan sesuai dengan aturan. Kami menilai keterkaitan melawan hukum klien kami sebagaimana didakwakan oleh penuntut umum itu tidak ada,” tegas Redho dari Kantor Hukum Polis Abdi Hukum ini kepada cakrawalarafflesia.

Baca Juga :  'Orang Dalam' Kasus Perampokan SPBU Semarang Berhasil Ditangkap

Atas dasar keterangan saksi itu juga, menurut Redho dakwaan yang menyebutkan adanya kerugian negara yang diakibatkan oleh kliennya masih tetap harus dibuktikan.

Terpisah, Nurmalah SH MH penasihat hukum untuk terdakwa Tommy Ardiansyah, menyebut bahwa keterangan saksi di persidangan justru menguntungkan kliennya.

“Saksi menjelaskan bahwasanya ada pengujian uji tera dulu baru ada pembayaran. Bahkan sampai sekarang tidak ada pihak PTPN yang komplain terhadap pembayaran yang dilakukan pada Dinas Perdangaan untuk kegiatan uji tera ini,” jelas Nurmalah.





Melansir Sumeks co

  • Bagikan
Positive SSL