Kronologi Wanita Mengamuk dan Marahi Petugas karena Tak Bisa ke Anyer

  • Bagikan
02815bc4 60a0d112bfe23

Polisi melakukan penyekatan kendaraan yang akan menuju kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Salah satu pos penyekatan di Simpang tiga Jalam Lingkar Selatan (JLS), Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Namun, masih ada pengendara yang mencoba mengelabui petugas agar bisa lolos penyekatan pada Minggu (16/5/2021).

Padahal, petugas menjalankan instruksi Gubernur Banten Nomor: 556/901-Dispar/2021 tentang penutupan sementara destinasi wisata dampak libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 di Provinsi Banten

Wanita berinisal UR berdalih kepada petugas menuju kawasan Pantai Anyer untuk melayat neneknya yang meninggal dunia.

Namun, saat diminta bukti neneknya meninggal, UR tidak bisa menujukkannya. Sehingga petugas meminta mobil Toyota Vios dengan nomor polisi A 1330 TH putar balik.

Baca Juga :  Viral ! RUmah Pengantin Roboh saat Acara Akad Nikah

Namun, UR tidak terima dan memarahi, membentak petugas gabungan di pos penyekatan simpang JLS, Cilegon.

Bahkan, UR sempat keluar dari mobil membentak melawan petugas dan memukul mobilnya.

Tak hanya itu, UR juga kesal karena tak terima ditegur oleh petugas karena tak mengenakan masker.

Saat itu, petugas Dishub Kota Cilegon dan Polisi menenangkan UR agar tenang dan mempersilakan kendaraannya kembali.

Akhirnya, kendaraan tersebut berhasil diputarbalikkan meski penumpangnya beralasan akan melayat.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, petugas yang ada di lapangan melaksanakan tugas sosialisasi tentang instruksi Gubernur Banten tentang penutupan destinasi wisata.

Baca Juga :  Klaim sebagai Nahdliyin, Abu Janda Dinilai Merugikan Citra NU

“Saat petugas meminta masyarakat untuk kembali ke rumah demi keselamatan bersama dan menekan angka penyebaran Covid-19, akan tetapi penumpang mobil tersebut marah dan melawan petugas,” ujar Sigit.

Edy menyayangkan adanya aksi dari wanita tersebut. Apalagi, penumpang itu tak mengenakan masker dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada petugas.

“Di juga tidak mau diputarbalikkan oleh petugas sampai mengeluarkan kata-kata yang kasar, namun petugas di lapangan menanggapinya dengan sabar dan humanis,” ujar Edy.

melansir kompas.com

  • Bagikan