Salat Idulfitri: Tata Cara, Ketentuan, Niat, dan Bacaannya

  • Bagikan
04808980 ilustrasi salat 169

Gema takbir berkumandang menandakan hilal sudah terlihat. Tata cara salat Idulfitri yang dijalankan setahun sekali ini mungkin saja ada yang sedikit terlupa.

Salat Idul Fitri termasuk dalam ibadah sunah muakkad. Artinya, salat Idulfitri sangat dianjurkan untuk dilakukan karena Rasulullah melaksanakannya.

Pada dasarnya, tidak ada yang berbeda dari rukun salat lima waktu, termasuk hal-hal yang membatalkan wudu.

Namun, sebelum itu, ada ketentuan hal yang harus diperhatikan agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima.

Ketentuan Salat Idulfitri

Foto udara sejumlah umat muslim melaksanakan salat Idul Adha, di pelataran parkir Masjid Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, Minggu (11/8/2019).  Umat muslim di kota itui serentak melaksanakan salat Idul Adha 1440 hijriyah sesuai dengan waktu yang ditetapkan pemerintah pada Minggu 11 Agustus 2019. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Ilustrasi. Salah satu ketentuan salat Idul Fitri adalah dilakukan sejak matahari terbit, sebelum waktu Duhur

  • Terdiri atas 2 rakaat, dengan jumlah takbir salat Idul Fitri sebanyak 7 kali di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua
  • Terdapat khutbah setelah menunaikan salat
  • Waktu salat Idul Fitri dilakukan sejak matahari terbit, sebelum waktu Duhur
  • Disunahkan memperlambat kehadiran, untuk memberi kesempatan umat membayar zakat
  • Bisa dilakukan secara munfarid atau secara sendiri-sendiri, apabila tidak bisa pergi ke lokasi salat Id berjamaah

Tata Cara Salat Idulfitri

Umat muslim melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (17/7). Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah jatuh pada Jumat (17/7). ANTARA FOTO/R Rekotomo/hp/15.Foto: R Rekotomo
Ilustrasi. Tata cara salat Idulfitri dan bacaannya.

Baca Juga :  Apakah Islam Melarang Datang ke Undangan tanpa Diundang

Berikut tata cara salat Idul Fitri lengkap dari bacaan niat dan doa yang dituturkan langsung oleh pendiri Nahdlatul Ulama Syekh KHR Asnawi.

1. Niat salat Idul Fitri

Diawali dengan niat yang berbunyi,

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri (ma’mumam/imaman) lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

2. Takbiratul ihram dilanjut dengan membaca doa Iftitah

Disunahkan untuk bertakbir hingga 7 kali untuk rakaat pertama, di sela-sela takbir dianjurkan untuk membaca

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allahu akbar kabiiroo walhamdulillahi katsiroo, wa subhanallahi bukrata wiashiilaa.

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha suci Allah, baik waktu pagi dan petang.

Atau juga dapat membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ


Subhanallah walhamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.

Baca Juga :  Kapan Awal Puasa Ramadhan 2021? Perbanyak Doa Ini Menjelang Ramadhan

3. Membaca surat al-Fatihah

Setelah selesai membaca al-Fatihah dianjurkan untuk membaca Surat al-A’la.

Lalu rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud. Kemudian berdiri sempurna untuk memulai rakaat kedua.

4. Rakaat kedua

Posisi ini hampir sama dengan yang dilakukan di rakaat pertama. Disunahkan untuk melafalkan dan mengangkat tangan sebanyak lima kali.

Sama seperti sebelumnya, di sela-sela takbir lafalkan doa yang sudah tertera pada sebelumnya.

Kemudian membaca surah al-Fatihah, lalu dianjurkan untuk membaca surah al-Ghasyiyah. Lanjut rukuk, sujud, dan diakhiri dengan salam.

Takbir yang dilakukan berturut-turut di setiap rakaatnya tidak bersifat wajib. Apabila jumlahnya kurang tepat atau terlewat, tidak menggugurkan salat id.

5. Sunah setelah selesai salat

Setelah salat diakhiri dengan salam, jamaah disarankan untuk mendengarkan khotbah Idul Fitri hingga selesai. Kecuali jamaah yang menunaikan saat id di rumah.

Khotbah terdiri atas 2 bagian. Namun di lain sumber menyatakan, khotbah dilakukan hanya 1 kali, dan tidak dimulai dengan takbir melainkan dengan mengucap ‘Alhamdulillah’.

Itulah tata cara salat Idul Fitri, semoga bisa menjadi amalan penyempurna akhir Ramadan tahun ini.

  • Bagikan