Shou Zi Chew, Pernah di Xiaomi Kini Pimpin TikTok

  • Bagikan
b5fcddb9 17997 ilustrasi tiktok


cakrawalarafflesia – TikTok telah menunjuk warga Singapura Shou Zi Chew sebagai kepala eksekutif baru dari platform berbagi video populer itu.

Chew, yang meninggalkan Xiaomi untuk bergabung dengan TikTok, ByteDance, sebagai kepala keuangan bulan lalu, sekarang juga akan menjadi CEO TikTok.

“Kami akan terus membangun tim manajemen yang kuat dan mendalam saat menyiapkan panggung untuk fase berikutnya dari kesuksesan TikTok,” kata Chew, yang berbasis di Singapura.

Kepala sementara TikTok Vanessa Pappas, yang memimpin perusahaan untuk sementara setelah kepergian mendadak dari CEO-nya tahun lalu, Kevin Mayer, akan menjadi chief operating officer baru.

Baca Juga :  Dijual Rp 11 Jutaan, ASUS VivoBook Ultra 14 (M413) Andalkan AMD Ryzen 7 5700U

Baca Juga:
Nyesek! Pesan Banyak Makanan Buat Bukber, Lama Menunggu Tak Ada yang Datang

Pengumuman itu digambarkan sebagai reorganisasi strategis untuk mengoptimalkan tim global TikTok dan mendukung pertumbuhan perusahaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Tim kepemimpinan Shou dan Vanessa menyiapkan panggung untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Yiming Zhang, pendiri dan CEO ByteDance dilansir laman Channelnewsasia, Minggu (2/5/2021).

CEO TikTok, Shou Zi Chew. [LinkedIn]
CEO TikTok, Shou Zi Chew. [LinkedIn]

Menurutnya, Shou membawa pengetahuan yang mendalam tentang perusahaan dan industri, telah memimpin tim yang merupakan salah satu investor paling awal, dan telah bekerja di sektor teknologi selama satu dekade.

“Dia akan menambah kedalaman tim, dengan fokus pada berbagai bidang termasuk tata kelola perusahaan dan inisiatif bisnis jangka panjang,” ujar dia.

Baca Juga :  Xin Ungkap Kemungkinan Tinggalkan RRQ Hoshi

Chew kuliah di London dan memiliki gelar MBA dari Harvard. Dari 2015 hingga 2020, ia menjabat sebagai kepala keuangan Xiaomi dan menjalankan bisnis internasionalnya selama setahun.

Baca Juga:
Diajak Makan Mertua, Wanita ini Dikasih Menu ‘Ekstrem’: Ujian Rumah Tangga!

Langkah itu dilakukan setelah upaya pemerintahan mantan presiden Donald Trump melarang TikTok di Amerika Serikat atau memaksa penjualan ke entitas milik Amerika, atas klaim bahwa aplikasi tersebut dapat menimbulkan risiko keamanan nasional.





cakrawalarafflesia

  • Bagikan