Polisi Sudah Kantongi Identitas Perempuan Pengirim Takjil Beracun Tewaskan Anak Driver Ojol

  • Bagikan
6b57880c polisi kantongi identitas perempuan pengirim takjil beracun tewaskan anak driver ojol yq0jd3demt

BANTUL – Polisi sudah mengantongi identitas perempuan pengirim makanan takjil beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (9) warga Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.

Polisi sudah mengantongi ciri dan identitas wanita pemberi order agar Bandiman, ayah Naba mengirim paket takjil kepada Tomi warga Perumahan Bukit Asri, No FF01, Sembungan, Bangunjiwo Kapanewon Kasihan, Bantul. 

“Dalam waktu dekat segera akan kita rilis wanita pemberi orderan takjil beracun itu,” jelas Kasat Reskrim Polres Bantul, Polda DIY, AKP Ngadi SH Kamis (29/4). 

Terungkapnya identitas wanita kejam berkat pendalaman dari saksi-saksi dan alat pendukung lain seperti rekaman CCTV ketika memberikan order takjil kepada Bandiman. 

“Penyidik mendapat keterangan dari orangtua korban penerima order mengantar takjil ke rumah Tomi. Selain itu ada rekaman CCTV dan bukti lain yang mendukung,” ujarnya.

Dalam mengungkap takjil maut itu, Polres Bantul juga bekerja sama dengan Polresta Yogyakarta, mengingat peristiwa itu terjadi di wilayah Kota Yogyakarta. 

Hasil uji laboratorium sampel bumbu sate ayam dan lontong diketahui mengandung racun jenis C yang diduga disantap korban. Sebagaimana diketahui, peristiwa yang menimpa siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Karangkajen 4 terjadi Minggu lalu ketika menyantap sate beracun yang diberikan seorang perempuan tidak dikenal. 

“Hasilnya positif, makanan yang disantap mengandung racun jenis C. Racunnya ditemukan dalam bumbu sate ayam yang di makan korban. Intinya pada bumbunya,” ucapnya. 

Baca Juga :  31 Hacker Pembobol Kartu Kredit Telah Beraksi di Soppeng Sejak 2020

Sejauh ini polisi belum membeberkan secara terbuka racun jenis C tersebut. Bahkan ketika wartawan tanya apakah racun jenis C merupakan Sianida, Ngadi tersenyum. 

Menurut Ngadi, racun jenis C cukup mudah didapatkan. Racun jenis ini terdapat pada apotas dan juga obat tikus. Sedang jenisnya ada cair dan padat. 

Polres Bantul bakal segera berkoordinasi dengan laboratorium untuk mengirimkan hasil sebagai bahan penyidikan. Termasuk kemungkinan bedah makam korban.

Penyidik juga sudah meminta keterangan dari Tomi dan istrinya penerima paket takjil secara lisan. Sebelumnya kedua orangtua dan kakak korban sudah dimintai keterangan. “Khusus saksi Tomi baru kita periksa secara lisan, nanti akan kita panggil untuk memberikan keterangan tatap muka di Polres,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Bandiman bertemu perempuan tersebut di depan Masjid Nurul Islam, Jalan Gayam Umbulharjo.

Saat itu, perempuan tersebut meminta dirinya mengantarkan paket makanan takjil secara offline. Paket makanan itu terdiri atas satu bungkus lontong sate ayam dan satu bungkus snack. Makanan itu dikirim ke rumah Tomi di Villa Bukitasri No FF01, Sembungan, Kasihan, Bantul, pada Minggu (25/4/2021) sore.

Menurut Bandiman, perempuan itu tidak memesan secara online karena tak punya aplikasi. Wanita itu juga memberi ongkos Rp30.000, meski Bandiman hanya meminta Rp25.000. 

Baca Juga :  Dua Pos Polisi di Makassar dan Gowa Dirusak Orang Misterius

“Mbaknya terus memberikan nomor telefon Pak Tomi. Kalau ditanya dari mana? Bilang saja dari Pak Hamid, dari Pakualaman,” paparnya 

Saat sampai di lokasi yang dituju, Bandiman mengaku menghubungi Tomi. Tapi, kata Tomi bilang tidak punya teman Hamid. Ibunya juga tak kenal Hamid. 

“Terus ibunya minta agar paket untuk saya saja. Terus saya bawa pulang,” lanjutnya.

Sesampainya di rumah, Bandiman langsung membuka paket makanan itu dan disantap oleh anggota keluarganya. Dia masih sempat memakan sate sebanyak dua tusuk dan tidak merasakan apa-apa, begitu pula dengan anak pertamanya.

“Sebenarnya Naba juga dapat takjil dari TPA, yakni Gudeg. Tapi karena dia memang suka sate jadi ditukar. Saya masih sempat makan dua tusuk dan tidak apa-apa. Tapi karena Naba dan istri saya makannya dicampur dengan bumbunya, makanya keracunan,” jelas dia. 

Setelah memakan sate yang dicampur bumbu itu, Naba langsung merasakan pahit di tenggorokan. Dia juga sempat meminum air beberapa teguk untuk membantu sate yang terasa pahit masuk ke dalam perut. Sehabis itu dia muntah di dapur dan langsung tergeletak serta mulut mengeluarkan busa. 

okezone

  • Bagikan