7 Kesalahan Menggunakan Deodoran, Dipakai Setelah Mandi Pagi

  • Bagikan
80157d08 0e18 42f7 a103 6f78b68d984b 169

Deodoran dan antiperspiran jadi salah satu perkakas kebersihan yang penting untuk tubuh. Namun, banyak orang masih melakukan berbagai kesalahan saat memakai deodoran dan antiperspiran.

Deodoran dan antiperspiran diaplikasikan di bawah ketiak. Penggunaan keduanya dilakukan untuk membuat tubuh terbebas dari bau tak sedap.

Deodoran bekerja dengan membunuh bakteri yang menciptakan bau tak sedap. Namun, deodoran tak bisa mengurangi produksi keringat di ketiak dan tidak membuat ketiak tetap kering.

Sementara antiperspiran bekerja dengan mengurangi keringat di ketiak. Kebanyakan antiperspiran mengandung garam aluminum, yang bisa mengurangi produksi keringat.

Berikut beberapa kesalahan menggunakan deodoran, mengutip The Healthy.

1. Menggunakan deodoran dan antiperspiran setelah cukur

Hati-hati saat menggunakan deodoran atau antiperspiran, khususnya jika menggunakan produk yang mengandung tinggi alkohol. Hal itu dapat menyebabkan iritasi.

2. Menggunakannya di pagi hari

Banyak orang menggunakan deodoran setelah mandi di pagi hari. Padahal, cara yang tepat adalah menggunakan deodoran di malam hari sebelum tidur.

Deodoran dan antiperspiran akan bekerja dengan baik saat kelenjar keringat sedang tidak terlalu aktif dan kelembapan minimal. Kondisi ini biasanya bisa didapatkan di malam hari.

Baca Juga :  10 Manfaat minum air putih hangat saat buka puasa

“Deodoran harus digunakan pada kulit yang bersih dan kering. Mandi di malam hari, tepuk-tepuk kulit ketiak hingga kering, lalu gunakan deodoran,” ujar ahli dermatologi, Joel Schlessinger.

Jika Anda menginginkan aroma deodoran, maka tak masalah mengaplikasikannya kembali di pagi hari.

3. Tidak digunakan setiap hari

Kesalahan ini bisa tergantung dengan kondisi tubuh dan deodoran atau antiperspiran yang Anda gunakan. “Anda mungkin saja tidak perlu mengaplikasikannya setiap hari,” ujar ahli dermatologi lain, Alicia Barba.

Beberapa antiperspiran dirancang untuk 48 jam. Artinya, Anda tidak perlu menggunakan deodoran setiap hari.

Jika ragu, baca informasi pada label terlebih dahulu untuk penggunaan yang tepat.

4. Tidak menggunakan pelembap terlebih dahulu

Anda disarankan untuk mengoleskan pelembap terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan deodoran. Gunakan pelembap berbasis dimetikon ke ketiak di pagi hari untuk mengurangi kemungkinan iritasi.

Untuk alternatif yang lebih alami, Anda juga bisa menggunakan pelembap berbahan dasar minyak kelapa. Minyak kelapa punya kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi dehidrasi pada kulit kering.

5. Menggunakan produk yang salah

Penting untuk mempertimbangkan jenis dan masalah-masalah yang dimiliki kulit Anda saat memilih formula deodoran. Formula dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi dapat menyebabkan iritasi pada jenis kulit sensitif. Hal yang sama juga berlaku dengan produk deodoran yang wangi.

Baca Juga :  Bahaya yang Mengintai dari Kebiasaan Menyepelekan Ngorok

“Anda harus merawat kulit ketiak dengan cara yang sama seperti Anda merawat kulit wajah,” ujar Barba.

6. Tidak mempertimbangkan deodoran alami

Pernahkah Anda berpikir untuk menggunakan deodoran alami? Deodoran alami menjadi alternatif yang tepat untuk beberapa alasan.

Deodoran alami bisa menjadi pilihan tepat bagi orang yang tidak terlalu banyak berkeringat.

7. Tak tahu cara membersihkan pakaian dari noda deodoran

Terkadang, noda deodoran bisa menempel di kain pakaian yang Anda gunakan. Kondisi tersebut menjadi mimpi buruk, apalagi jika Anda kerap mengangkat tangan ke atas.

Namun, Anda dapat membersihkannya dengan beberapa metode. Kain lap basah bekerja dengan baik untuk menghilangkan noda. Pastikan kain lap diperas terlebih dahulu agar tak membuat pakaian basah saat diseka.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan produk penghilang noda deodoran.

(asr)


Source link

  • Bagikan