Reshuffle Kabinet Jokowi, Ada Nama Nadiem & Bahlil

  • Bagikan

Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelar kocok ulang atau reshuffle kabinet. Reshuffle kabinet Jokowi kali ini akan meresmikan jabatan baru bagi Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia.

Melansir CNNIndonesia.com, Nadiem akan menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). Adapun Bahlil akan didapuk sebagai Menteri Investasi.

“Investasi Bahlil. Dikbud tambah nomenklatur saja,” ucap sumber CNNIndonesia.com di lingkaran Istana Kepresidenan, Selasa (27/4).

Pelantikan dua menteri itu akan dilaksanakan di Istana Negara Jakarta. Acara akan dimulai 15.30 WIB.

Reshuffle kabinet kali ini berbeda dari biasanya. Kocok ulang tak digelar pada Rabu Pon seperti tradisi Jokowi sejak 2015.

Dalam penanggalan Jawa, tanggal 28 April 2021 bertepatan dengan Rabu Wage. Ini jadi kali pertama Jokowi mengadakan reshuffle di Rabu Wage.

Dari lima reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi, tiga di antaranya dilakukan di Rabu Pon. Salah satu di antaranya baru dilakukan pada 23 Desember 2020 saat Jokowi mengumumkan 6 menteri baru.

Dua reshuffle lainnya bertepatan dengan Rabu Pahing. Dua reshuffle itu digelar jelang Pilpres 2019, yaitu pada 17 Januari dan 15 Agustus 2018.

Baca Juga :  Pembuat Nasi Logo Kepala Anjing Dilaporkan ke Polisi, Karena Dianggap Menista

Reshuffle kabinet pertama pemerintahan Jokowi jatuh pada Rabu Pon, tepatnya 13 Agustus 2015. Perombakan kabinet kali itu melibatkan enam kursi menteri.

Tiga kursi yang dikocok ulang berada di level menteri koordinator. Kala itu, Jokowi menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan; Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman; serta Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.

Tak sampai setahun, Jokowi kembali menggelar reshuffle kabinet. Perombakan menteri dilakukan 27 Juli 2016, bertepatan dengan Rabu Pon dalam kalender Jawa.

Reshuffle itu jadi reshuffle terbesar selama pemerintahan Jokowi. Dia merombak 13 kursi menteri sekaligus.

Salah satu menteri yang terdepak dari kabinet saat itu adalah Anies Baswedan. Jokowi menunjuk Muhadjir Effendy untuk menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anies.

Jokowi juga melantik Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan saat itu. Sri Mulyani kembali ke Indonesia usai berkiprah sebagai Direktur Bank Dunia.

Setelah itu, reshuffle kabinet baru digelar kembali pada 2018. Jokowi melantik Idrus Marham sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indarparawansa yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga :  Punya Bukti, Petugas tak bisa Menindak pasangan ini Saat di gerebek.

Lewat reshuffle kabinet di Rabu Pahing, Jokowi juga mengganti penjabat Kepala Staf Kepresidenan. Moeldoko ditunjuk sebagai KSP menggantikan Teten Masduki.

Di penghujung tahun, Jokowi merombak kabinet jelang Pilpres 2019. Saat itu, Asman Abnur mundur dari jabatan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi karena PAN menyatakan dukungan ke Prabowo-Sandi.

Jokowi menunjuk Syafruddin sebagai Menpan-RB baru. Syafruddin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Reshuffle kabinet baru kembali dilakukan 23 Desember 2020, bertepatan dengan Rabu Pon. Jokowi mengocok ulang kabinet usai dua menteri terjerat kasus korupsi.

Jokowi melantik enam menteri baru saat itu, yaitu Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Hari ini, Jokowi kembali mengocok ulang kabinet usai perubahan nomenklatur kementerian. Dia melebur Kemendikbud dengan Kemenristek. Lalu, Jokowi juga membentuk Kementerian Investasi.

sc cnn

  • Bagikan
Positive SSL