Bos Ducati Tak Khawatir Meski Dikalahkan Tim Satelit Sendiri

41


Berita MotoGP: Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, tak merasa resah meskipun performa tim pabrikan justru kalah dibanding tim satelit mereka, Pramac Racing dalam tiga balapan awal MotoGP 2021.

_

Ducati jadi salah satu pabrikan yang menunjukkan penampilan apik di awal MotoGP 2021. Mereka sukses mencatatkan lima podium serta dua pole position dari tiga seri balap yang sudah berjalan.

Pencapaian apik skuat asal Borgo Panigale itu di awal musim ini disambut baik sang direktur olahraga, Paolo Ciabatti.

“Tentu kami harus puas karena kami telah meraih dua pole pertama musim ini. Kami belum pernah mencapai hasil kualifikasi yang lebih baik sejak Brno 2020 bersama Zarco,” ujar Ciabatti kepada Speedweek.

“Para rider kami telah mencatatkan pencapaian apik pada 2021. Bagnaia misalnya, ia mencatatkan rekor waktu lap pada Q2 di seri pembuka. Sebagai tambahan, dua pebalap kami naik podium pada dua balapan Doha. Di Portugal kami mendapatkan satu lagi, dan kami memiliki posisi yang menjanjikan di kejuaraan.”

Baca Juga :  Kisah Hidup Valentino Rossi Telah Dituangkan dalam Buku Biografi

Dua pole position Ducati dicetak oleh pebalap tim pabrikan, Francesco Bagnaia, dan debutan dari tim satelit, Jorge Martin, pada dua seri pertama di Qatar. Meskipun soal urusan pole position skuat pabrikan masih imbang dengan Pramac Racing. Namun soal raihan podium Ducati masih kala dari tim satelit mereka.

Tiga podium skuat ini berasal dari tim Pramac Racing, Johann Zarco dua kali sementara Martin meraih podium sekali. Dua podium lainnya dipersembahkan oleh Bagnaia pada balapan MotoGP Qatar dan MotoGP Portugal.

Meski di atas kertas tim satelit lebih unggul dibandingkan tim pabrikan, namun hal itu tak menjadi masalah bagi Paolo Ciabatti, terlebih selisih tersebut tidak terlalu signifikan.

Baca Juga :  Hasil FP1 dan FP2 MotoGP Aragon 2020: Vinales Mendominasi

Ciabatti mengingatkan bahwa pada dasarnya tim Pramac Racing mendapat dukungan teknis yang hampir sama dengan tim pabrikan, sehingga kesuksesan tim satelit juga merupakan kesuksesan bagi seluruh skuatnya.

“Kesuksesan Pramac sama sekali bukan masalah bagi kami. Anda tahu bagaimana dekatnya Ducati dan Pramac. Semua manajemen teknis di Pramac dikerjakan oleh kami. Motornya juga sama sekali identik.”

“Kami menganggap Pramac sebagai tim kedua kami. Itu sebabnya kami senang dengan kesuksesan Pramac,” tutur Ciabatti.

Kendati demikian, Bagnaia mampu membalikkan keadaan dengan berada di peringkat kedua dengan koleksi 46 poin usai menjadi runner-up MotoGP Portugal. Sementara itu, Johann Zarco yang sempat memimpin klasemen terpaksa harus turun ke peringkat 4 usai gagal finis, catatan poinnya hanya selisih 6 angka dari Bagnaia.

Artikel Tag: Ducati, pramac racing





Source link