Manfaat Berbuka Puasa dengan yang Manis

  • Bagikan
68b900e9 kolak ubi 169
Jakarta, cakrawalarafflesia –Anjuran berbuka puasa dengan yang manis kerap digaungkan di bulan Ramadan. berbagai menu takjil pun biasanya didominasi dengan sajian manis seperti kolak pisang, biji salak, es buah, hingga kurma sekalipun.

Namun, apa yang membuat makanan manis disarankan menjadi pilihan berbuka puasa?

Profesor ahli gizi FKUI Saptawati Bardosono menjelaskan bahwa selama berpuasa tidak ada energi berupa gula atau glukosa yang masuk ke dalam tubuh dari makanan. Sementara, dalam waktu dua jam saja, kadar gula akan turun ke kadar awal sehingga menimbulkan rasa lapar.

Tak ayal, setelah berpuasa kurang lebih 14 jam, kadar gula darah akan sangat turun sehingga membutuhkan makanan dan minuman manis mengandung gula.

“Oleh karena itu, setelah waktu berbuka puasa perlu segera masuk gula untuk meningkatkan kadar gula darah tersebut agar tubuh segera berenergi lagi, dengan makanan yang manis semisal kurma atau kolak dan lainnya,” kata Saptawati atau yang biasa disapa Tatik saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Manfaat makanan manis atau gula untuk tubuh

Selama beberapa waktu, gula dicintai tapi juga dibenci. Makanan manis memang menjadi salah satu sumber kenikmatan, tapi asupan gula yang berlebih dapat menimbulkan sejumlah dampak pada tubuh seperti diabetes hingga bobot tubuh meningkat. Tak ayal, banyak ahli yang menganjurkan untuk mengurangi hingga menghindari asupan gula.

Baca Juga :  5 Cara Mengolah Beras Merah agar Pulen dan Enak Dimakan

Namun di balik itu, gula sebenarnya juga memiliki peran penting bagi tubuh, dengan catatan konsumsinya masih sesuai batasan yang dianjurkan.

“Gula merupakan makanan sumber karbohidrat sederhana yang mempunyai manfaat sebagai sumber energi yang bisa cepat diperoleh dibanding energi yang berasal dari makanan sumber karbohidrat kompleks semisal padi-padian hingga umbi-umbian,” ungkap Tatik.

Lebih lanjut, Tatik mengungkapkan bahwa jika kekurangan gula, tubuh tidak dapat merestorasi kadar gula darah dengan cepat.

“Namun, kadar gula masih bisa dinaikkan dengan makanan pokok kaya karbohidrat kompleks semisal dari nasi atau lainnya,” tambahnya.

Selain sumber energi, manfaat gula untuk tubuh lainnya adalah menghemat cadangan protein. Seperti dilansir Hello Sehat, gula yang berfungsi sebagai sumber energi, akan menghemat cadangan protein jika terpenuhi secara baik.

Pasalnya, ketika tidak lagi memiliki sisa cadangan glukosa, tubuh akan mulai mengurangi protein untuk dipakai sebagai energi.

Baca Juga :  12 Resep telur gabus yang cocok camilan berbuka puasa

Padahal, protein juga memiliki berbagai fungsi penting di antaranya sebagai pembangun otot, massa otot, serta mempercepat penyembuhan luka. Setelah berhasil, sumber energi yang berasal dari pemecahan protein tersebut akan disalurkan ke berbagai jaringan dan sel-sel tubuh.

Namun, jika tubuh memakai protein sebagai pengganti energi mau tidak mau Anda akan sulit fokus dan berkonsentrasi, juga gampang sakit. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan massa otot serius.

Di sinilah kemudian asupan makanan manis untuk membantu tubuh dalam menghemat persediaan protein.

Berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rekomendasi asupan gula harian untuk orang dewasa dan anak-anak yakni sekitar 10 persen dari total asupan energi.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, perempuan di usia produktif memerlukan 2150-2250 kalori. Sementara pria dewasa dengan rentang umur yang sama butuh lebih banyak lagi, yaitu 2625-2725 kalori per hari. Oleh karenanya, asupan gula dalam sehari berkisar 200-250 kalori.

“Satu sendok makan gula pasir atau 15 gram adalah 60 kalori, sehingga total sehari sekitar 3-4 sendok makan gula pasir,” ungkap Tatik soal batasan asupan gula.

(agn)



Source link

  • Bagikan