9 Aturan Yang Boleh dan Tidak Boleh Saat Puasa

  • Bagikan
7efaca90 ilustrasi puasa 1

cakrawalarafflesiaBerpuasa di bulan Ramadan bagi umat Islam adalah sebuah kewajiban. Hal tersebut diatur di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183, di mana disebutkan bahwa diwajibkan bagi umat Islam berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelumnya agar mencapai ketakwaan.

Ibadah Puasa merupakan Rukun Islam ketiga, puasa juga merupakan pegendalian hawa nafsu dan berserah diri kepada Allah.

Selain itu, Puasa menjadi wajib bagi setiap umat yang telah mencapai masa dewasa (Baligh) dan tidak dalam kondisi bepergian jauh (Musafir)

Dalam melaksanakan puasa di bulan Ramadhan terdapat sejumlah aturan, namun demikian, masih banyak umat islam belum mengetahui sepenuhnya, apa-apa saja hal yang tidak boleh dan boleh saat sedang berpuasa.

Berikut sejumlah aturan penting agar mendapatkan pahala puasa.

1. Sahur dan niat

Sahur dan niat adalah kegiatan untuk mengawali puasa. Niat wajib hukumnya bagi yang hendak berpuasa, tetapi sahur adalah anjuran. Seperti diketahui, sahur berfungsi memberikan tubuh asupan makanan agar kuat menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga Maghrib. Namun, bila terlewat dalam sebuah riwayat tidak dipermasalahkan selama tidak menzalimi diri sendiri.

Baca Juga :  Teks Khutbah Jumat: Menjadikan Puasa Ramadhan Sebagai Perisai Kita

2. Jangan menunda waktu berbuka

Berbuka puasa setelah mendengar adzan Maghrib menurut wilayah masing-masing atau segera setelah matahari terbenam. Dalam sebuah riwayat hadis, Nabi Muhamad SAW menyerikan umatnya untuk segera berbuka bila telah waktunya.

3. Tidak sengaja makan dan minum

Bagi orang yang berpuasa, makan dan minum secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Namun, makan dan minum secara sengaja atau pura-pura melakukan dengan tidak sengaja, tentu membatalkan puasa.

4. Muntah

Banyak yang mengatakan bahwa muntah membatalkan puasa. Hal ini benar, tetapi muntah yang dilakukan dengan tidak sengaja, tidak membatalkan puasa.

5. Menstruasi, ibu hamil, dan melahirkan

Perempuan dalam periode menstruasi bebas dari kewajiban berpuasa Ramadhan. Bahkan bila, darah pertama mulai keluar saat sebelum berbuka, maka puasa hari itu tidak sah. Setiap puasa yang batal atau tidak dapat dilaksanakan karena mestruasi, wajib diganti di waktu selain Ramadhan dengan jumlah hari yang sama. Hal ini berlaku pula bagi ibu hamil dan juga melahirkan.

Baca Juga :  Sudah Tahu Tahapan Pengharaman Khamar?

6. Suntik

Suntikan dengan tujuan medis tidak membatalkan puasa. Seseorang yang menyatakan masih mampu berpuasa dalam kondisinya, dapat melanjutkan puasanya.

7. Mengambil darah

Pengambilan Darah dapat untuk diagnostik tidak membatalkan puasa. Namun, bila darah yang diambil cukup banyak dan membuat lemas, maka boleh membatalkan puasa.

8. Lupa mandi wajib

Bila seseorang lupa melakukan mandi wajib usai hubungan seksual, maka dia dalam keadaan tidak suci. Mandi wajib boleh dilakukan setelah selesai makan sahur atau pagi hari bila terlewat waktu sahur.

9.Berhubungan seksual

Hubungan seksual suami istri menjadi haram saat sedang menjalani puasa. Puasa yang batal akibat hubungan seksual suami istri, wajib diganti dengan 6 hari berpuasa di waktu selain Ramadhan. Apabila tidak mampu, masing-masing yang melanggar harus memberi makan 60 orang miskin.(Wol/Bisnis.com/man/data3)

  • Bagikan