Hubert Henry, Pencabik Basis Era Keemasan Boomerang

  • Bagikan
01a7fdf7 hubert henry boomerang 3 169

hubert henry boomerang 3 169

Jakarta, cakrawalarafflesia — Vokalis sekaligus bassist grup band BoomerangHubert Henry Limahelu, meninggal dunia pada Sabtu (24/4) pukul 08.15 WIB di Surabaya, Jawa Timur. Kabar tersebut dikonfirmasi Pupud selaku manajer Boomerang.”Sebenarnya kondisinya sudah membaik beberapa hari ini, cuma tadi pagi kolaps dan 08.15 (WIB) meninggal dunia,” ujar Pupud melansir cnnindonesia.com.

Hubert Henry merupakan salah satu pendiri Boomerang, bersama John Paul Ivan dan Roy Jeconiah. Mereka berhasil mengguncang dunia musik rock Indonesia dan melahirkan banyak single hit seperti Bawalah Aku, Kisah yang Biru, No More, Neraka Jahanam, dan Bungaku.

Di masa-masa kemunculannya Boomerang sempat masuk 10 besar terbaik Festival Rock Se-Indonesia ke 7 versi Log Zhelebour pada 1993, serta merekam single No More dalam album 10 finalis Festival Rock ke 7 Log Zhelebour. Mereka juga pernah menjadi band pembuka bagi grup kenamaan dunia, Mr. Big, ketika menyambangi Indonesia pada 1996, dan Megadeth pada 2003.

Namun masa-masa keemasan Boomerang sebagai salah satu band rock paling berpengaruh mulai pudar seiring dengan keluarnya sang gitaris John Paul Ivan pada 2005 dan kemudian Roy pada 2010.

Baca Juga :  Komjen Listyo Akan Wajibkan Polisi Belajar Kitab Kuning

Henry pun sempat mengisi posisi vokalis ketika Boomerang ditinggal Roy.

Boomerang mencoba bangkit dengan formasi Henry, Farid Martin, dan Tommy Maran dengan merilis album Reboisasi pada 2012 dan merilis 8 hit terbaru. Mereka juga pernah beberapa kali tampil langsung, seperti dalam Pekan Raya Jakarta.

Jalan hidup Henry tak selamanya manis. Ia pernah dua kali tersandung kasus narkotika, yaitu pada 2003 dan pada 16 Juni 2019. Di kasus yang kedua tersebut, Hubert Henry divonis hukuman penjara 16 bulan karena kepemilikan dan menggunakan ganja.

Dalam fakta persidangan, Hubert mengatakan penggunaan ganja tersebut untuk mengobati penyakit bronkitis yang dideritanya. Namun hal itu tak disertai dengan surat keterangan medis.

Pendarahan Otak

Sebelum meninggal dunia, Henry sempat dirawat di RS Husada Utama Surabaya karena koma.

Kondisi kesehatan Henry pertama kali diketahui ketika John Paul Ivan mengungkapkan hal tersebut melalui media sosialnya.

Ia mengajak penggemar dan banyak orang turut mendoakan kesehatan Henry.

Baca Juga :  4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam Usai Produk Prancis Diboikot

“Saudara kita, Hubert Henry (Boomerang) sedang membutuhkan dana untuk operasi. Beliau (Henry) saat ini sedang kritis karena pecah pembuluh darah saraf otak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya,” isi pesan yang diunggah John Paul Ivan.

Pupud pada pekan lalu juga mengonfirmasi kabar tersebut. Ia mengungkapkan Henry sempat mengeluh pusing sebelum akhirnya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan pemindai otak (CT Scan), ditemukan pendarahan di otak.

Pekan lalu, orang-orang terdekat Henry menggelar konser penggalangan dana untuk membantu pengobatan sang bassist sekaligus vokalis band rock tersebut. Konser yang berawal dari kumpulan teman-teman Henry didukung penggemar Boomerang.

Acara bertajuk Bergerak Bersama tersebut diselenggarakan pada pekan lalu di Woodstock Studio, Tangerang dan disiarkan langsung di saluran YouTube Boomerang. Acara itu berhasil mengumpulkan dana Rp21,6 juta untuk pengobatan Henry.

Belum terdapat informasi detail mengenai rencana pemakaman Henry Boomerang. Namun, ia dipastikan bakal disemayamkan di Surabaya.

(chri/vws)


Source link

  • Bagikan