Heboh Netizen Bandingkan BPJS Kesehatan Vs Health Care di AS

  • Bagikan
e9740efb peserta bpjs kesehatan bpjs kesehatan 2 169

Jakarta, cakrawalarafflesia – Layanan BPJS Kesehatan tiba-tiba bergaung di media soal Twitter lantaran dibandingkan dengan layanan kesehatan Amerika Serikat.

Salah seorang warga twitter Arif Rahman bahkan terang-terangan menyebut bahwa layanan BPJS Kesehatan jelek. Dalam kicauannya, dia bahkan lebih memilih sistem healthcare di AS dibanding BPJS.

“Walaupun premiumnya mahal tapi gak tersiksa dengan antriannya yang panjang,” ujarnya mengutip akun twitternya @rlarifrahman, Jumat (23/4/2021).

Kicauannya itu mendapatkan respon beragam, bahkan banyak yang menyayangkan hal tersebut. Yang paling ramai mendapatkan tanggapan adalah kicauan dari salah seorang warga yang diketahui tinggal di negeri Paman Sam tersebut.

Menurut akun @pinotski, ketika seseorang ‘hanya’ kejepit pintu dan harus dilarikan ke UGD, biayanya tak main-main karena menghabiskan Rp 8 juta sekali berobat. Sementara dia menyinggung biaya panggil ambulans yang memang cepat namun harganya selangit di AS.

Baca Juga :  Sinopsis Film Malam Satu Suro, Tragis Kisah Cinta Suzanna

Menurutnya, biaya ambulan termurah US$ 600 atau sekitar Rp 8,7 juta. Angka ini belum termasuk jika ada tindakan, yang otomatis akan membengkak jadi US$ 1,200.

“Itu baru jari kecepit & ambulan. Punya asuransi juga belum tentu nutup. Kalau wafat, keluarga yang ditinggalkan dapet warisan tunggakan,” katanya.

Netizen Indonesia buka suara dan banyak di antaranya yang bercerita bagaimana BPJS Kesehatan menyelamatkan keluarga dan tentu saja kantong mereka. @Novianpal misalnya yang mengaku tak keluar uang sepeserpun saat operasi batu ginjal bapaknya. Padahal, orang tuanya harus opname selama 3 hari.

Baca Juga :  Istana Merespons Ancaman terkait Diskusi Pemberhentian Presiden

“Bapak saya operasi batu ginjal opname 3 hari Rp 0. Mama saya pembengkakan jantung opname 6 hari Rp 0. Karna pake BPJS. Org2 yg hate komen BPJS mgkn pada blm ngerasain sakit trs dibayar pake BPJS kali ya,” ujarnya.

Selanjutnya, persoalan antrian ini menurut @RenySuci tak jadi soal. Sebab, jika tak ada BPJS Kesehatan, maka biaya yang dikeluarkan memang sangat menguras kantong.

“Hooo… Ternyata permasalahannya cuma males ngantri aja toh. Sebagai pasien psikiatri yang kudu berobat tiap 10 hari sekali, sebulan bisa ngabisin obat yang total harganya Rp 450 ribu, sementara iuran BPJS tiap bulan cuma Rp 150 ribu, saya bersyukur dengan adanya BPJS,” katanya.

(yun/yun)


Source link

  • Bagikan