Topan Surigae Sudah Melemah

  • Bagikan
747ebd1d 11196 siklon surigae



11196 siklon surigae

cakrawalarafflesia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon menyebutkan intensitas Topan Surigae intensitasnya akan melemah 24 jam ke depan.

Kepala seksi observasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, Wilhelmina Paays, Kamis (22/4/2021) menyebutkan update terakhir bahwa Topan Surigae saat ini bergerak ke arah utara-barat laut menjauhi Indonesia, dan diprakirakan intensitasnya akan melemah 24 jam ke depan.

“Intensitas Topan Surigae dalam 24 jam ke depan akan melemah dan bergerak ke utara menjauhi wilayah Indonesia, ” kata Wilhelmina.

Ia mengatakan, dampak tidak langsung Topan Surigae berupa adanya pembentukan daerah belokan angin di sekitar Pulau Ambon dan Pulau Seram.

Baca Juga :  Alter Ego Gilas Aura Fire, Tiket Play-Off Dalam Genggaman

Baca Juga:
Tak Ada Pulau Baru di NTT Akibat Siklon Tropis Seroja

Dampak tidak langsung tersebut, untuk beberapa hari lalu mengakibatkan pertumbuhan awan hujan di daerah sekitar semakin intens.

Sejauh ini, kondisi hujan dan angin di Kota Ambon terjadi karena, secara lokal adanya aktivitas pertumbuhan awan hujan (cumulonimbus) di sekitar Pulau Ambon.

Kondisi tersebut menyebabkan hujan secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang.

Pada Senin (19/4/2021) BMKG,mengimbau warga mewaspadai siklon tropis baru ini bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.

Baca Juga :  Bikin Penggemar Gemas, Kage ONIC Reuni di Live Streaming Udil

Dalam siaran pers yang diterima di Ambon, Senin, mengatakan kondisi terkini posisi Topan Surigae di Samudera Pasifik Timur Filipina, 13,5LU, 126.8BT (sekitar1.140 Km sebelah utara Tahuna), bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.

Baca Juga:
Siklon Surigae Sebabkan Gelombang Laut Setinggi 6 Meter di Samudra Pasifik

BMKG memprediksi wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang sesaat lebih dari 30km/jam, berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT). [Antara]





Source link

  • Bagikan