Anjuran Nabi Muhammad SAW dalam Memilih Tempat Usaha

  • Bagikan
794f88ea anjuran nabi muhammad saw dalam memilih tempat usaha dan distribusi produk s29ei4zhuq

Konsep tempat penjualan atau berbisnis harus ditentukan pengusaha sebelum atau seiring berjalannya usaha. Sebelum merilis produk ke pasaran, pengusaha harus menentukan di mana dia akan menjual produk barang atau jasanya. Dia juga bisa mengubah atau menambah tempat usaha jika hal tersebut diperlukan.

Konsep tempat dapat diartikan sebagai pemilihan tempat atau lokasi usaha. Perencanaan pemilihan lokasi yang baik tidak hanya berdasar pada istilah strategis, melihat jarak dengan pusat kota atau mudah tidaknya akomodasi. Pengusaha juga harus berdasar kepada kelebihan dan kekurangan perusahaannya.

Selain itu, konsep tempat ini juga bisa diartikan sebagai distribusi. Distribusi adalah bagaimana produk barang atau jasa sampai pada pengguna terakhir (end-user) atau pelanggan, dengan biaya yang seminimal mungkin tanpa mengurangi kepuasan pelanggan dan keseimbangan keuangan perusahaan.

Baca Juga :  Dajjal Tanda Kiamat Besar, Segitiga Bermuda atau Khurasan?

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (19/4/2021), hal yang perlu diperhatikan dari proses distribusi adalah setiap jaringan, relasi, agen dan distributor termasuk pelanggan harus mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari pihak perusahaan. Ikatan yang terjalin dengan baik akan semakin mengefektifkan proses distribusi.

Bagi seorang pemasar, tempat adalah bagaimana menempatkan produk atau jasa pada lokasi yang tepat dengan jumlah yang tidak berlebihan sesuai dengan permintaan pasar yang telah diperkirakan dengan biaya yang minimal dan kepuasan yang maksimal. Pada abad tujuh masehi lalu, Nabi Muhammad telah menekankan beberapa hal terkait tempat usaha dan distribusi dalam berbisnis.

Baca Juga :  KAJIAN TENTANG MEMBASUH KAKI DAN TERTIB KETIKA BERWUDHU

Pada zaman tersebut, telah ada kecenderungan orang untuk memotong jalur distribusi. Hal ini membuat Nabi Muhammad melarang mencegat pelanggan sebelum tiba di pasar, dan melarang orang kota membeli dagangan orang desa, dengan tujuan menghindari adanya tengkulak (perantara).

  • Bagikan