13 Pelaku Prank Pocong di Kepahiang dibawa ke Polsek

  • Bagikan

Kepahiang Belum lama ini warga Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, diresahkan oleh ulah iseng (Prank) pocong – pocongan di sekitar TPU (Tempat Pemakaman Umum) setempat.

Aksi prank ini dilakukan oleh setidaknya 13 orang pemuda yang semuanya masih berstatus sebagai seorang pelajar. Akibat ulah iseng tersebut, membawa mereka harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Kapolsek Tebat Karai, Iptu. Darmawel Saleh, S.H, Sabtu (17/04/2021) pagi menuturkan, pihaknya melakukan upaya pembinaan terhadap 13 remaja yang terlibat dalam aksi prank di kawasan TPU Desa Taba Sating.

“Menindak lanjuti laporan perihal prank pocong – pocongan di kawasan TPU Desa Taba Sating, kami berhasil mengamankan ke 13 remaja yang terlibat aksi prank tersebut. Mereka sudah kami beri pembinaan,” ujar Iptu. Darmawel.

Baca Juga :  Dukung Kebun Teh Kabawetan Dalam API Awards 2020

Fakta yang didapat tim kepolisian sektor Tebat Karai, para pelajar ini melakukan tindakan menakut – nakuti pengendara roda dua dan roda empat yang melintas dengan cara menyerupai pocong dengan bermodalkan satu buah karung.

“Aksi ini dilakukan secara bergantian oleh sekelompok pelajar ini. Dengan menggunakan karung berwarna putih, mereka ke luar dari pintu kuburan menuju ke pinggir jalan lintas. Sehingga membuat pengendara atau pengguna jalan menjadi terkejut,” sampainya.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, maksud dan tujuan hal tersebut yakni hanya untuk prank semata dan tidak ada maksud untuk menimbulkan keresahan masyarakat.

Baca Juga :  Dimakamkan Secara Normal PDP Taba Tebelet

Selain memberi pembinaan, Polsek Tebat Karai juga melakukan pemanggilan terhadap orang tua pelaku serta memberikan pandangan kepada para remaja tersebut tentang sebab dan akibat atas perbuatan yang mereka lakukan.

“Kita beri pembinaan, orang tuanya juga kita panggil. Selain itu juga kita berikan pandangan terkait sebab dan akibat dari ulah iseng yang mereka lakukan, katena hal itu dapat membahayakan bagi pengguna jalan,” demikian Kapolsek Tebat Karai.

Dengan didampingi orang tua masing – masing, para remaja tersebut membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksi iseng seperti ini lagi.

AG

sc radarkepahiang

  • Bagikan