Terungkap! Bukan Perusahaan Besar tapi Mampu Membobol iPhone 5C

  • Bagikan
fbe080eb o 1ae1plbkcj0d74kbs4tvs78ma


cakrawalarafflesia – Salah satu kelebihan perangkat Apple adalah tingkat keamanannya yang diklaim sulit dibobol. Seperti iPhone 5C yang diduga milik Syed Farook, yang merupakan salah satu tersangka diduga teroris setelah menembak 14 orang di sebuah perkantoran, San Bernardino pada Desember 2015 lalu.

Kala itu, CEO Apple Tim Cook menolak untuk mengikuti perintah pengadilan karena hal itu akan mengharuskan pabrikan membuat versi khusus iOS untuk digunakan pemerintah.

Pihak eksekutif khawatir, software khusus yang dijuluki Govt.OS ini bisa bocor begitu berada di tangan institusi seperti FBI yang mengakibatkan hilangnya privasi bagi setiap pengguna iPhone.

Akhirnya, FBI membayar perusahaan ekstraksi data untuk membuka kunci ponsel Farook meskipun identitas perusahaan itu baru bisa ditebak sekarang.

Baca Juga :  Inilah Deretan Laptop Touch Screen dengan Harga Terjangkau di 2021, Praktis dan Modern,

Baca Juga:
Tim Cook Beri Sinyal Siap Mundur dari Apple?

Sebelum kita membahas nama itu, mari kita mundur dan melihat masalahnya. FBI merasa bahwa di dalam ponsel tersangka pembunuh itu mungkin menemukan bukti yang berkaitan dengan serangan San Bernardino bersama dengan daftar tempat-tempat yang mungkin telah dicari oleh Farook untuk serangan di masa depan.

Mereka yang setuju dengan keputusan Apple untuk tidak mematuhi putusan pengadilan khawatir bahwa pemerintah menetapkan untuk membuka kunci handset, sementara yang lain merasa bahwa Apple mendukung terorisme.

Baca Juga :  Karyawan Google Boleh Kerja di Kantor selama 3 Hari Seminggu
Logo Apple di iPhone. [Shutterstock]
Logo Apple di iPhone. [Shutterstock]

Sebagaimana melansir laman Phonearena, Kamis (15/4/2021), ini adalah cerita yang sangat besar di awal 2016 sehingga kandidat presiden merasa harus mempertimbangkan keputusan Apple untuk tidak mengikuti perintah pengadilan.

“Kenyataannya adalah waktu adalah inti ketika Anda berbicara tentang kemungkinan serangan teroris,” kata Donald Trump, saat itu.

FBI akhirnya membayar perusahaan untuk membuka perangkat tersebut dan ada banyak rumor tentang perusahaan mana yang biasa melakukan akta tersebut.

Baca Juga:
Bahas Privasi Data Pribadi, Tim Cook Pukul Telak Facebook?

Rumor pertama mengatakan bahwa perusahaan Israel Cellebrite dibayar sedikit lebih dari 15.000 dolar AS untuk melakukan pekerjaan itu.





Source link

  • Bagikan