Perkrutan Johann Zarco Adalah Pertaruhan Besar Ducati yang Sukses

  • Bagikan
d8d9a408 perkrutan johann zarco adalah pertaruhan besar ducati yang sukses


Berita MotoGP: Perekrutan Johann Zarco diakui merupakan sebuah pertaruhan besar. Banyak pula yang mempertanyakan keputusan Ducati lantaran menampung Zarco yang saat itu performanya jeblok.

Johann Zarco memang sempat mengalami masa-masa yang sangat sulit kala memperkuat tim KTM di MotoGP 2019 lalu. Saat itu, ia tak sama sekali tak pernah masuk ke posisi 10 besar dan selalu menjadi rider papan bawah. Padahal kala itu Zarco digadang-gadang bakal menjadi gebrakan bagi KTM untuk menembus papan atas.

Saking frustasinya, ia memilih untuk memutuskan kontrak dua musimnya dengan KTM meskipun baru berjalan 8 bulan. Ia pun sempat ditunjuk menjadi pengganti rider LCR Honda, Takaaki Nakagami, selama tiga balapan sisa. Ia mengoleksi 30 poin dan berakhir pada peringkat ke-18. Zarco gagal mewujudkan keinginannya untuk mengunci slot Honda Racing Team sementara tempat di tim lain juga sudah terisi, sehingga satu-satunya kesempatan yang ia miliki adalah turun ke Moto2.

Baca Juga :  Andrea Dovizioso Dianggap Pembalap Gagal di MotoGP 2020, Pernat Tak Setuju

Panggilan mengejutkan tiba saat rasa frustrasi melanda. Ducati secara mendadak meyakinkannya untuk bergabung dengan tim satelit Avintia Racing. Ia naik podium ketiga pada MotoGP Republik Ceko. Total 77 poin dikumpulkan sehingga meraih peringkat ke-13.

Zarco lantas dipromosikan ke Pramac Racing dengan dukungan penuh dari Ducati, ia dibekali mtoor Desmosedici GP21. Tak diduga, rider asal Prancis itu justru tampil lebih gemilang ketimbang para rider tim pabrikan.

Zarco sekarang bertengger di puncak klasemen MotoGP 2021 setelah jadi runner-up pada MotoGP Qatar dan MotoGP Doha.

“Kami senang karena Johann sebuah pertaruhan oleh Ducati ketika tak ada orang yang mau mempertimbangkannya. Saya kira dia akan jadi protagonis sepanjang kejuaraan. Kami meyakinkan Johann untuk bertahan di MotoGP pada akhir 2019, karena kami pikir dia adalah pembalap bertalenta,” ujar Ciabatti kepada Motorsport.com Spanyol

Baca Juga :  Belum Bahas Kontrak, Danilo Petrucci Diprediksi Bakal Hengkang dari Tech3

“Setelah tahun yang sangat rumit dengan KTM, tidak ada yang percaya kepadanya sehingga dia ingin kembali ke Moto2.”

“Dengan bantuan Ducati, dia membangun kepercayaan diri di atas motor selama musim 2020, yang membuatnya pantas pindah ke Pramac, dengan motor identik dengan tim pabrikan,” imbuhnya.

“Sekarang, ia membuktikan bahwa ia adalah pembalap yang kami pikirkan dulu. Karena sumber daya yang kami injeksi, Pramac menjadi tim pabrikan dengan sponsor lain. Dalam hal itu, Johann mendapati bahwa Ducati melihatnya sebagai opsi valid dalam perburuan gelar, seperti Jack (Miller) dan Pecco (Bagnaia),” tandasnya

Kini Zarco punya tantangan berat untuk mempertahankan posisi puncak klasemen tersebut. Ia bakal kembali beraksi pada seri ketiga MotoGP 2021 yang akan berlangsung dalam GP Portugal pada 16-18 April mendatang.

Artikel Tag: Johann Zarco, MotoGP 2021





Source link

  • Bagikan