Panduan MUI soal Protokol Kesehatan saat Puasa Ramadan

  • Bagikan
f3687c8f 1f81 47a1 bf22 0f10bb757dc7 169

Ibadah puasa Ramadan tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Itu sebabnya setiap orang harus disiplin menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan 1442 Hijriah. Terdapat 7 poin panduan beribadah di bulan Ramadan ini beserta protokol kesehatan yang harus dijalankan setiap Muslim.

Berikut panduan pelaksanaan protokol kesehatan dalam ibadah Ramadan.

1. Salat pakai masker dan jaga jarak

Pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

MUI mengatakan, penerapan physical distancing (menjaga jarak) dengan cara merenggangkan saf salat diperbolehkan. Kondisi tersebut tidak menghilangkan keutamaan salat berjamaah karena disebut sebagai hajat syar’iyyah atau kebutuhan yang memenuhi ketentuan syariah.

Selain itu, beribadah salat menggunakan masker menutupi mulut dan hidung juga diperbolehkan dan hukumnya sah.

Baca Juga :  Rencana PSBB di Palembang Disambut Baik Gugus Tugas COVID-19 Sumsel

2. Tes swab tak batalkan puasa

Tes swab untuk mendeteksi Covid-19, baik lewat hidung maupun mulut saat berpuasa tidak membatalkan puasa. Karena itu, setiap umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab, sama pula halnya dengan rapid test jenis lain dan Genose.

3. Vaksinasi tak membatalkan puasa

Vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa. Umat Islam yang sudah terdaftar dan memiliki jadwal vaksinasi bisa tetap disuntik vaksin Covid-19 saat berpuasa.

4. Wajib ikhtiar

Dalam fatwanya, MUI mewajibkan setiap Muslim melakukan ikhtiar atau berusaha menjaga kesehatan dan menjauhi hal-hal yang dapat membawa penyakit.

5. Perbanyak beribadah

Meski sedang suasana pandemi Covid-19, umat Islam selama bulan Ramadan harus semakin mendekatkan diri pada Allah SWT.

Baca Juga :  Diskon Listrik Diperpanjang Hingga Juni Tapi..?

Umat Islam diimbau memperbanyak ibadah seperti tadarus Alquran, menghadiri pengajian atau majelis taklim, perbanyak berzikir, membaca doa qunut nazillah, membaca salawat, bersedekah, dan berdoa agar diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari musibah dan marabahaya, khususnya penularan Covid-19.

6. Menambah wawasan agama

MUI juga menganjurkan agar umat Islam mengisi waktu di bulan Ramadan dengan menambah wawasan keagamaan dari narasumber atau ahli agama. Wawasan tersebut bisa didapat dengan mengikuti ceramah dan kajian agama.

7. Wajib berpartisipasi memutus penularan Covid-19

MUI juga mewajibkan setiap Muslim berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan tetap mengikuti kegiatan vaksinasi saat berpuasa dan menerapkan protokol kesehatan.

(mel/asr)

 

  • Bagikan