Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadan

  • Bagikan
836d2cfc cab1 4d45 8c99 554dfb491987 169

Setiap ibadah dalam agama Islam, termasuk puasa Ramadan, dianggap sah jika sudah terpenuhi syarat dan rukunnya. Puasa Ramadan memiliki lima syarat wajib dan dua rukun yang harus tuntas dipenuhi agar dapat dianggap sah.

Kewajiban puasa merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib ditunaikan setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat.

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Close up of devout muslim person wearing islamic clothes and using beads to dhikr in the mosqueFoto: iStockphoto/CreativaImages
Ilustrasi. Terdapat 5 syarat wajib puasa Ramadan.

Muslim wajib memenuhi 5 syarat wajib puasa Ramadan, berikut:

1. Beragama Islam

Puasa termasuk rukun Islam, hanya orang muslim dan muslimah yang wajib menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Syarat keislaman ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar bin Khattab Ra yang berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Islam didirikan dengan 5 hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya sholat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya haji di Baitullah [Kakbah], dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadan,” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Balig

Syarat wajib puasa kedua ialah telah mencapai balig atau pubertas. Bagi laki-laki, ia ditandai dengan keluarnya sperma dari kemaluannya, baik dalam keadaan tidur ataupun terjaga. Sementara bagi perempuan, ditandai dengan menstruasi.

Baca Juga :  Kemana Harta Suami Harus Diberikan

Dalam uraian “Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan” yang ditulis Ustaz Syaifullah Amin di NU Online bagi laki-laki dan perempuan yang belum keluar sperma dan belum menstruasi, batas minimal dikatakan balig jatuh pada usia 15 tahun dari usia kelahiran.

3. Berakal sehat

Syarat wajib puasa yang ketiga bagi seorang muslim dan balig adalah ia harus memiliki akal yang sehat, sempurna, dan tidak gila. Selain itu, tidak mengalami gangguan mental dan tidak hilang kesadaran.

Syarat kebaligan dan akal sehat ini bersandar pada sabda Nabi Muhammad SAW: “Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh,” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

4. Mampu menunaikan puasa

Jika seorang muslim tidak mampu menjalankan puasa karena sebab tertentu, ia diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidiah.

Ketidakmampuan berpuasa ini bisa terjadi karena perjalanan berat (musafir), sakit, hamil dan menyusui, dan berusia tua atau sudah renta.

5. Mengetahui awal Ramadan

Syarat wajib yang terakhir adalah mengetahui awal Ramadan dan hari pertama puasa hingga sebulan penuh.

Untuk menetapkan awal Ramadan, dapat bersumber pada hilal. Jikalau hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, untuk menentukan awal bulan Ramadan bisa dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Rujukannya adalah hadis Nabi Muhammad SAW: “Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari.” (HR. Bukhari).

Baca Juga :  Ini Salah Satu Hukuman Terbesar dari Allah yang Tak Terasa dan Tak Kita Sadari - cakrawalarafflesia

Meskipun demikian, sebagian ulama berpendapat penentuan awal Ramadhan bisa dilakukan tanpa metode rukyatul hilal (melihat bulan), yang dengan cara hisab.

Rukun Puasa Ramadan

Umat Muslim berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.Foto: Adhi Wicaksono
Ilustrasi. Rukun puasa Ramadan harus dipenuhi agar ibadahnya sah dan diterima Allah SWT.

Setelah terpenuhinya syarat wajib, orang yang menjalankan ibadah puasa harus memenuhi rukun puasa agar ibadahnya sah dan diterima Allah SWT. Dilansir dari NU Online, rukun puasa hanya ada dua.

1. Niat puasa

Niat adalah penegasan status fardu dari ibadah puasa Ramadhan. Hal ini menunjukkan kejelasan adanya ibadah, bukan hanya sekadar kehendak menunaikannya.

Menurut ulama Mazhab Syafi’i, setiap orang yang hendak berpuasa disunahkan untuk melafalkan bacaan niatnya. Bacaan niat puasa Ramadan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

2. Menahan diri dari pembatal-pembatal puasa

Rukun kedua dalam ibadah puasa sebagaimana definisinya, yakni menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (magrib) dengan niat karena Allah SWT.

Terdapat beberapa hal yang membatalkan puasa, seperti makan-minum, hubungan suami-istri di siang hari, muntah disengaja, keluar mani disengaja, haid, nifas, serta murtad keluar dari Islam.

Itulah syarat dan rukun puasa Ramadan, semoga pada puasa tahun ini kita bisa menunaikan ibadah dengan lebih baik dan khusyuk.

(din/fef)


Source link

  • Bagikan
Positive SSL