Menguak Mitos Konsumsi Kurma Muda Buat Program Hamil

  • Bagikan
5523cfe5 ilustrasi kurma muda 169



ilustrasi kurma muda 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Program kehamilan (promil) menjadi langkah yang dilakoni pasangan yang segera ingin memperoleh keturunan. Selain lewat jalan medis, konsumsi kurma muda pun dianggap bisa turut menyukseskan promil.

Namun, apakah benar kurma muda bisa menyukseskan program hamil?

Dokter spesialis kandungan, Riyan Hari Kurniawan menuturkan kurma muda atau disebut kurma ruthob menarik perhatian publik karena dinilai memiliki kandungan mineral dan antioksidan terbanyak. Semakin kurma matang atau tua, kandungan keduanya dinilai makin berkurang.

“Artikel umum banyak yang mengatakan begitu [menyukseskan promil], tapi belum ada riset yang berhasil membuktikan klaim tersebut,” kata Riyan pada CNNIndonesia.com, Jumat (9/4).

Kurma muda memiliki kandungan phytoestrogen. Estrogen sendiri merupakan hormon perempuan yang diproduksi tubuh dan mendukung kesuburan.

Baca Juga :  Kenaikan Iuran BPJS Gak Asal Naik! Ucap Sri Mulyani

Sedangkan phytoestrogen merupakan zat mirip estrogen atau estrogen alami yang dimiliki kurma muda. Namun, kata Riyan, tidak ada kepustakaan yang betul-betul menyebut bahwa konsumsi kurma muda mampu meningkatkan kesuburan.

Riset yang berhasil ditemukan Riyan hanya sebatas riset pada hewan coba (tikus). Riset menemukan ada efek positif phytoestrogen pada tikus.

“Dituliskan, ada sinkronisasi siklus, yang kalau diterjemahkan ke tubuh manusia itu sinkronisasi siklus menstruasi dan pematangan sel telur jadi sinkron sehingga fungsi pematangan telur baik, siklus haid lebih teratur, hormon lebih seimbang,” jelasnya.

Tidak hanya pada perempuan, kurma muda juga diyakini bisa meningkatkan kesuburan pada pria. Kondisinya sama, belum ada riset yang membuktikan hal ini. Namun jika dilihat dari kandungan antioksidan pada kurma muda, pada pria dengan kondisi sperma kurang baik, perbaikannya dilakukan lewat terapi antioksidan.

Baca Juga :  Vaksin AstraZeneca Mulai Distribusi ke Daerah 3T Pekan Depan

Riyan mengatakan sah-sah saja jika ada pasangan yang ingin mengonsumsi kurma muda saat promil. Namun jangan sampai mengesampingkan terapi medisnya. “Mengandalkan ini enggak bisa juga, kalau pendukung, boleh saja,” imbuhnya.

Kemudian untuk cara atau jumlah konsumsi kurma muda sendiri, ia tidak mematok. Hanya saja, ia menemukan riset yang menyebut konsumsi kurma (apapun jenisnya) pada orang Indonesia sekitar 3-7 butir per hari. Jumlah ini dirasa pas sebagai camilan di sela makan besar.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]





Source link

  • Bagikan
Positive SSL