Link Download Jadwal Puasa Ramadhan 2021 Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia

  • Bagikan
209c010f 6062b1da2a1dc

Bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Masyarakat pun tengah mempersiapkan sejumlah kebutuhan yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan salah satu ibadah yang masuk dalam rukun Islam tersebut.

Sejauh ini, Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadhan 1442 H atau bulan puasa 2021 jatuh pada Selasa Wage, 13 April 2021.

Hal tersebut berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan bahwa sidang isbat penentuan awal Ramadhan 2021 akan digelar pada Senin, 12 April 2021.

Sebagai persiapan menyambut datangnya bulan puasa, masyarakat sudah bisa melihat jadwal Imsak di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga :  Doa Di Akhir dan Awal Tahun dalam Islam

Adapun jadwal imsakiyah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama sudah bisa diakses melalui link:

Cara memilih lokasi

Untuk mengetahui jadwal imsakiyah, dapat dilakukan dengan memilih “provinsi” yang ingin dilihat.

Selanjutnya pilih “kabupaten atau kota” tempat tinggal, kemudian pilih “tahun”.

Setelah itu klik ikon “Proses Data” untuk melihat jadwal secara langsung.

Sementara itu jika ingin men-download, tinggal klik “Export Excel” maka data akan ter-download.

Penentuan awal Ramadhan

Melansir Kompas.com, 30 Maret 2021, penentuan awal bulan pada kalender hijriah didasarkan pada penampakan hilal atau bulan sabit muda.

Baca Juga :  Mengapa Harus Menunggu Datangnya Ramadhan Baru Meminta Maaf?

Terdapat dua metode untuk mengetahui penampakan hilal, yakni:

Kasubdit Hisab dan Rukyat Bimas Islam Kemenag Ismail Fahmi menyebut, hisab merupakan metode menghitung posisi benda langit khususnya matahari dan bulan.

Sementara rukyat adalah observasi benda-benda langit untuk memverifikasi hasil hisab.

“Dua metode tersebut adalah saling menguatkan, bahkan seperti dua sisi mata uang,” kata Ismail.

Kendati demikian, pada tahun-tahun sebelumnya beberapa kali metode hisab dan rukyat menghasilkan penentuan tanggal awal dan akhir Ramadhan yang berbeda.

“Diharapkan tidak berbeda, jika berbeda diharapkan bisa saling menghormati dan menghargai,” kata Ismail.

  • Bagikan