5 Mitos atau Fakta Soal Puasa di Bulan Ramadan

  • Bagikan
c016e1a2 ilustrasi puasa 1 169

Setiap muslim wajib melaksanakan puasa Ramadan. Selain diwajibkan, menjalankan puasa juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Hanya saja, dalam perkembangannya ada beberapa mitos yang masih dipercaya orang saat puasa.

Tak sedikit mitos tentang puasa yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan tubuh Anda. Itu sebabnya Anda sebaiknya mengenali mitos dan fakta puasa Ramadan agar dapat menjalankannya dengan baik.

1. Mitos: sebaiknya tak olahraga

Manager of Nutrifood Research Center Felicia Kartawidjaja mengatakan, olahraga penting dilakukan meski sedang berpuasa.

Olahraga dapat menjaga tubuh agar tetap bugar dan segar saat berpuasa. Namun ada jam-jam tertentu di mana Anda sebaiknya berolahraga. Seperti menjelang berbuka puasa sambil menunggu waktu maghrib, atau setelah berbuka puasa.

Baca Juga :  Jadwal Imsak, Sholat dan Berbuka Kota Bengkulu 26 April 2020

“Jadi olahraga itu penting agar tubuh tetap bugar, bahkan bisa mencegah konstipasi, asalkan nutrisi terpenuhi dan istirahat cukup,” tuturnya.

2. Fakta: buka puasa dengan makanan manis

Sebagian orang masih menganggap sebaiknya tak makan makanan manis untuk berbuka puasa karena berbahaya bagi kesehatan.

Faktanya, makanan manis terutama buah-buahan sangat dianjurkan untuk berbuka puasa. Selama puasa 8 jam lamanya, tubuh kehilangan energi. Buah-buahan yang manis sepertikurma, pisang, alpukat, baik dikonsumsi untuk menggantikan energi yang hilang.

Tapi sebaiknya Anda juga perhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi untuk berbuka agar tidak menambah kalori di badan. Jika memakankurma, cukup hanya dengan 2-3 butir disertai minum air putih.

Berbuka dengan makanan manis juga dianjurkan dalam Islam. Namun sebaiknya Anda menghindari makanan dengan pemanis buatan yang tinggi kalori tapi rendah nutrisinya.

3. Mitos: makan banyak saat sahur supaya tidak lapar

Sebaiknya Anda tidak makan terlalu banyak saat sahur maupun saat berbuka. Makan banyak dalam satu waktu dapat meningkatkan risiko terkena obesitas, hingga diabetes.

Baca Juga :  Jadwal Imsak Kota Bengkulu 28 April 2020

Makan banyak saat sahur juga tidak membuat Anda kenyang lebih lama. Justru malah membuat perut Anda kembung dan tidak nyaman.

“Makan banyak membuat perut jadi tidak nyaman karena kembung, jika dilakukan setiap hari selama 30 hari, dia bisa menumpuk kalori dan akhirnya menambah berat badan,” kata Felicia.

gesture of hand muslim praying in dining room before eating or break fastingFoto: iStockphoto/ferlistockphoto

4. Mitos: tidak masalah jika tak sahur

Sebaiknya Anda tidak melewatkan waktu sahur. Tidak makan sahur bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan energi sehingga Anda merasa lemas sepanjang hari. Kekurangan energi juga bisa menyebabkan pusing dan membuat hari Anda jadi tidak produktif.

Melewatkan sahur juga menyebabkan Anda menjadi makan lebih banyak atau overeating saat berbuka. Padahal makan berlebihan tidak bagus untuk kesehatan.

5. Fakta: penderita maag boleh berpuasa

Felicia mengatakan, orang pengidap maag boleh ikut berpuasa dengan syarat tertentu.
Pertama pastikan konsumsi makanan tidak men-trigger munculnya penyakit maag saat sahur atau berbuka. Konsumsi makanan pedas, asam, dan asin sebaiknya dihindari agar maag tidak kambuh. Penderita maag juga sebaiknya tidak langsung tidur setelah makan karena berpotensi meningkatkan asam lambung.

(mel)


Source link

  • Bagikan
Positive SSL