Fenomena Hujan Es Sebesar Kelereng di Sleman Yogyakarta

  • Bagikan
a0bc224e f39f 40d6 9851 1222af80eb84 169

Hujan es terjadi di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (9/4) sore. Berdasarkan kesaksian, butiran es sebesar kelereng dilaporkan mengguyur kawasan wisata Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman.

Komandan SAR Linmas Kaliurang, Kiswanta menyebut fenomena hujan es terjadi kurang lebih pukul 15.15 WIB.

“Tapi cuma sebentar, enggak lama sekitar lima menitan,” kata Kiswanta saat dihubungi, Jumat (9/4).

Kiswanta mengatakan hujan es yang turun di wilayah Kaliurang diawali hujan deras disertai angin.

“Kemudian disusul (hujan) es,” tambahnya.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, selain mengguyur hampir seluruh area Kaliurang, hujan es Sleman juga turun di Dusun Turgo dan Tritis. Akan tetapi, Kiswanta belum mendapat laporan lengkap.

Baca Juga :  Tim Yustisi Kabupaten Kepahiang Buru Pesta Kawinan

“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat hujan disertai es,” katanya.

Fenomena hujan es juga terjadi di Sawungan, Hargobinagun, Pakem, Sleman. Dika Prasetyo (33), warga setempat, mengatakan hujan es mulanya diawali dengan hujan deras disertai angin.

“Tapi, dari dalam rumah kedengaran suara seperti genteng dilempari kerikil. Saya keluar ternyata hujan es,” ujar Dika saat dihubungi.

“Tapi genteng tidak ada yang rusak,” sambungnya.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan hujan es tercipta akibat adanya pengangkatan massa udara yang hangat, lembab dan labil ke atmosfer.

Pemanasan sinar matahari yang intensif dari pagi sampai siang hari lantas menyebabkan terbentuknya awan convektif yaitu awan Cumulonimbus (Cb). Ketika kondensasi terjadi pada udara yang labil maka terbentuk titik-titik air.

Baca Juga :  Demo Di Kantor DPRD Kabupaten Kepahiang, Belasan Pelajar Diamankan

“Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi, puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level atau titik beku,” kata Reni lewat keterangannya.

Titik-titik air hujan es Sleman tersebut kemudian menjadi kristal-kristal es saat berada di lapisan freezing level.

“Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es. Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil,” ujarnya.

(kum/bmw) cnnindonesia

  • Bagikan