Cara Menghitung Harta Warisan yang Menumpuk

  • Bagikan
4e85b673 cara menghitung harta warisan yang menumpuk dakwah.id

Pertanyaan:
Bagaimana cara menghitung warisan yang menumpuk seperti ini. Seorang istri meninggal, beberapa waktu kemudian suaminya juga meninggal. Keduanya memiliki peninggalan harta gono gini.

Pasangan suami istri ini memiliki satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Anak laki-lakinya yang sudah menikah dan dikaruniai dua anak laki-laki ini juga sudah meninggal.

Mohon penjelasannya. (Ismail)

Jawaban:

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ الْأَمِيْنِ

Sebelum menjawab pertanyaan tentang warisan yang menumpuk di atas, ada dua perkara yang perlu menjadi perhatian kita bersama.

Pertama, terjadinya harta warisan yang menumpuk cakrawalarafflesia beberapa anggota keluarga yang meninggal, dikarenakan tidak segera membagi harta warisan kepada para ahli warisnya. Selain mempersulit para ahli waris untuk membagi harta warisannya, hal itu juga menghambat para ahli waris untuk segera mendapatkan bagian dari harta peninggalan.

Kedua, terjadinya percampuran harta cakrawalarafflesia suami dan istri, sehingga tidak bisa dibedakan kepemilikan harta cakrawalarafflesia mereka berdua. Ini memang sudah menjadi hal yang biasa (khususnya masyarakat Indonesia), akan tetapi percampuran harta cakrawalarafflesia suami dan istri (atau biasa disebut sebagai harta gono-gini) akan menyulitkan para ahli warisnya ketika hendak membagi harta warisan. Oleh sebab itu, perkara yang semacam ini hendaknya berusaha untuk dihindari.

Dari kasus di atas, diketahui bahwa pihak yang meninggal pertama adalah seorang ibu, kedua adalah seorang ayah dan ketiga adalah seorang anak laki-laki.

Konsultasi Warisan: Cara Membagi Harta Warisan dalam Bentuk Tanah

Maka, pembagian harta warisan dalam kasus ini akan kami jadikan tiga penghitungan secara berurutan, dimulai dari yang lebih dahulu meninggal dunia:

Perlu digaris bawahi, sebelum memulai penghitungan harta yang akan diwariskan, harap dipastikan terlebih dahulu harta yang akan diwariskan telah bersih dari tanggungan utang-piutang dan wasiat terkait harta tersebut, serta menyelesaikan masalah harta gono gini.

Harta Warisan dari Ibu

Ketika ibu meninggal dunia, ahli warisnya adalah suaminya, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Sehingga, seluruh harta yang dimiliki oleh ibu dibagikan kepada suaminya, satu anak laki-laki, dan dua anak perempuannya.

Maka, suami mendapatkan bagian sebesar ¼ dari harta warisan, dikarenakan pihak yang meninggal memiliki anak.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ

Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya.” (QS. An-Nisa’: 12)

Baca Juga :  Tantangan al-Quran Bagi yang Meragukan Kebenarannya

Kemudian, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan mendapat bagian ashabah bil ghair (sisa), dengan pembagian 2:1 cakrawalarafflesia laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأنْثَيَيْنِ

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan.” (QS. An-Nisa’: 11)

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Ahli WarisBagianAshlul mas’alah: 4Saham
Suami1/411
Anak laki-lakiAshabah (sisa)33
2 Anak Perempuan

Dikarenakan saham anak laki-laki dan 2 anak perempuan tidak bisa dibagi sesuai bagian masing-masing, maka harus ada perbaikan ashlul mas’alah yang disebut sebagai tashihul mas’alah.

Cara perbaikannya adalah ashlul mas’alah dikalikan dengan jumlah perkepala yang hendak diperbaiki jumlah sahamnya. Laki-laki dihitung dua dan perempuan dihitung satu. Maka, jumlah satu laki-laki dan 2 perempuan adalah 4.

Ahli WarisBagianAshlul mas’alah: 44×4=16Ashlul mas’alah: 16Saham
Suami1/4144
Anak laki-lakiAshabah (sisa)3126
2 Anak Perempuan6 (perorang 3)

Selanjutnya, jumlah seluruh harta peninggalan dibagi ashlul mas’alah atau jumlah saham, untuk mendapatkan nilai persahamnya.

Misalkan harta peninggalan sebesar 50.000.000,-, maka 50.000.000,- : 16 hasilnya 3.125.000,-. Selanjutnya bagian harta warisan mereka adalah sebagai berikut:

  • Bagian suami adalah 4 x 3.125.000,- = 500.000,-
  • Bagian anak laki-laki adalah 6 x 3.125.000,- = 750.000,-
  • Bagian setiap anak perempuan adalah 3 x 3.125.000,- = 375.000,-

Harta Warisan dari Ayah

Ketika ayah meninggal dunia, maka ahli warisnya adalah satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Bagian mereka adalah ashabah bil ghair (sisa). Karena tidak ada ahli waris lainnya kecuali mereka, maka seluruh harta dibagi untuk mereka dengan pembagian dua banding satu cakrawalarafflesia laki-laki dan perempuan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala yang telah kami sebutkan di atas.

Konsultasi Warisan: Bagian Warisan Istri, Anak Laki-laki, dan Anak Perempuan

Cara menghitungnya adalah jumlah kepala anak laki-laki dan perempuan dijadikan sebagai ashlul mas’alah, dengan cara laki-laki dihitung dua dan perempuan dihitung satu. Maka, hasilnya adalah 4.

Ahli WarisBagianAshlul mas’alah: 4Saham
Anak laki-lakiAshabah (sisa)42
2 Anak Perempuan2 (perorang 1)

 

Cara membagi hartanya adalah seperti kami contohkan di atas, yaitu jumlah seluruh harta dibagi ashlul mas’alah, untuk mendapatkan nilai persaham. Selanjutnya, saham setiap orang tinggal dikalikan nilai persahamnya.

Baca Juga :  Tantangan al-Quran Bagi yang Meragukan Kebenarannya

Harta Warisan dari Anak Laki-Laki

Ketika anak laki-laki meninggal dunia, ahli warisnya adalah istri dan dua anak laki-laki. Maka, bagian istri adalah 1/8 dari harta peniggalan, dikarenakan suaminya memiliki anak. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ

Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan” (QS. An-Nisa’: 12)

Sedangkan kedua anak laki-laki mendapat ashabah (sisa), dengan dibagi cakrawalarafflesia mereka berdua secara merata.

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Ahli WarisBagianAshlul mas’alah: 8Saham
Istri1/811
2 Anak Laki-LakiAshabah (sisa)77 (perorang 3,5)

Cara membagi hartanya adalah seperti kami contohkan di atas, yaitu jumlah seluruh harta dibagi ashlul mas’alah, untuk mendapatkan nilai persaham. Selanjutnya, saham siap orang tinggal dikalikan nilai per sahamnya.

Cara Membagi Harta Gono-Gini

Ketika terjadi percampuran harta cakrawalarafflesia suami dan istri atau yang biasa disebut dengan istilah harta gono-gini, maka perlu dipisahkan terlebih dahulu sebelum harta itu dibagikan kepada ahli waris.

Jika masih memungkinkan untuk dipisahkan, misalnya terdapat catatan-catatan peninggalan yang menunjukkan porsi kepemilikan cakrawalarafflesia mereka berdua, maka harus dipisahkan.

Namun, jika benar-benar tidak dapat dipisahkan, Islam mengajarkan kepada kita untuk bersepakat dalam menyelesaikan masalah, yaitu menggunakan akad ash-shulhu (perdamaian).

Ash-shulh merupakan sebuah akad yang dilakukan untuk menghilangkan perselisihan. Hal ini disyariatkan dalam agama Islam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

الصُلْحُ جَائزٌ بَيْنَ المسْلِمِيْنَ إِلاَّ صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلَالاً

Shulh (perdamaian) itu diperbolehkan diantara kaum Muslimin, kecuali perdamaian yang mengharamkan sesuatu yang halal atau menghalalkan sesuatu yang haram” (HR. Abu Daud dan At-Tarmizi).

Cara melakukan akad ash-shulhu dalam membagi harta warisan gono gini adalah dengan mengumpulkan pihak-pihak yang terkait dengan harta warisan. Kemudian harta dibagi cakrawalarafflesia milik suami dan milik istri berdasarkan kesepakatan seluruh pihak yang terkait.

Jika telah terlaksana akad ini, maka salah satu pihak tidak berhak untuk menggugat kesepakatan tersebut.

Demikian proses penghitungan harta warisan yang menumpuk untuk beberapa kasus kematian. Semoga mencerahkan dan mudah dipahami. Wallahu a’lam bish shawab (Mohammad Nurhadi/dakwah.id)

Baca juga artikel tentang Konsultasi Hukum Islam atau artikel menarik lainnya karya Mohammad Nurhadi.

Source link

  • Bagikan