Aletta Stars Garap Lagu dari Curhatan Penggemar

  • Bagikan
38073e93 24199 aletta stars


cakrawalarafflesia – Grup vokal Aletta Stars belakangan rajin mengisi konten video di TikTok. Salah satu video yang diunggahnya bahkan ditonton lebih dari 15 juta kali, tidak saja di TikTok, tapi juga Instagram dan Line.

Tak menyangka video yang dibuatnya mendapat reaksi positif dari warganet, grup vokal yang beranggotakan Stevani Augusta, Thia Ryna, dan Fikri Fatur ini semakin tertantang untuk membuat video yang lebih baik lagi.

Tapi kali ini, Stevani, Thia dan Fikri mencoba ide baru. Mereka membuat video tentang keragaman bahasa di Indonesia.

Aletta Stars [dokumentasi pribadi]
Aletta Stars [dokumentasi pribadi]

Video tersebut berisi aksi Stevani, Thia, dan Fikri yang mengartikan kata-kata tertentu ke dalam tiga bahasa daerah yang berbeda, yakni Banjar, Sunda, dan Minang.

Baca Juga :  Vogue Korea hapus video Seolhyun menyusul skandal perundungan Mina

Baca Juga:
Hadir Lagi, Konser Virtual Supermusic Suguhkan Elephant Kind dan Hyndia

“Untuk bahasa daerah itu ada 14 part. Kalau kalimat, tebak kata, gombal bahasa daerah jadinya banyak. Awalnya nggak ada yang nonton sama sekali, terus di video ke tiga naik. Tapi naiknya karena dihujat pas kami ada kesalahan,” kata Stevani, saat berbincang dengan wartawan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Jadi ada bahasa kami artiin ‘bohong’. eh ternyata salah. Kami sampai ramai kena bully,” imbuh Fikri.

“Konsepnya kan jawab cepat terus salah baca jadinya sempet dibully,” timpal Thia.

Baca Juga :  Ternyata Outer Keren Amanda Manopo Ini Harganya Cuma Rp300 Ribu Loh

Meski mendapat banyak bully dari warganet, Stevani, Thia, dan Fikri justru senang. Karena dengan begitu, misi untuk memperkenalkan bahasa daerah ke milenial mendapat banyak perhatian dari warganet.

Karena selain untuk seru-seruan, konten tersebut diharapkan bisa jadi media edukasi dan turut melestarikan bahasa sebagai salah satu kekayaan bangsa.

Baca Juga:
5 Meme Kocak Ketika Aturan Bayar Royalti Putar Lagu Berlaku

“Selain kami yang mengedukasi, kami juga secara tidak langsung ikut belajar lagi. Cari tahu lebih banyak lagi bahasa daerah sendiri,” ucap Fikri.





Source link

  • Bagikan