Bisnis Restoran Kiat Sekarat, Tunggu Napas Bantuan Pemerintah

  • Bagikan
ec888772 ilustrasi restoran 6 169



ilustrasi restoran 6 169

Jakarta, cakrawalarafflesia – Pelaku usaha hotel dan restoran mengaku sudah sangat sulit arus kasnya (cashflow) sehingga sangat butuh dukungan pemerintah.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bidang Restoran, Emil Arifin mengaku telah mendengar bahwa nilai dana hibah untuk industri pariwisata bakal lebih besar dibanding tahun lalu. Pernyataan tersebut terkait dengan rencana pemerintah yang bakal memberikan dana hibah untuk industri pariwisata, utamanya di hotel dan restoran.

Menurutnya, hingga kini baru sebatas pembicaraan dengan PHRI, belum mengarah kepada pembahasan petunjuk pelaksanaan (jutlak) apalagi pencairan dana. Ketika nanti dananya cair, menurutnya belum tentu semua pengusaha restoran bakal kembali menjalankan operasionalnya.

Baca Juga :  Daftar 34 Wilayah di Indonesia Yang Bisa Lihat Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021

“Tergantung besarannya, besar apa nggak yang didapat. Karena saat ini cashflow minus, jika tidak bisa menutup sulit juga. Atau setidaknya mendekati BEP (breakeven point), baru mungkin bisa,” katanya kepada cakrawalarafflesia, Kamis (8/4/21).

Dia mengaku masih ada kesulitan untuk mendapat omset besar karena masyarakat yang takut untuk pergi ke restoran. Selain itu, pembatasan sosial dengan aturan kapasitas dan jam tutup lebih cepat juga disebut menjadi penyebab. Emil berharap aturan kapasitas maksimal sebesar 50% mulai dihilangkan, atau bisa mengubahnya ke 75% terlebih dahulu.

“Atau kalau Pemerintah takut ke 75% dulu lah. Begitu buka puasa sampai jam 8 kan ramai. Jangan ramai jam jam 9 tutup itu kan sibuk banget ngurusin itu. Mungkin jam 12 lah,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Beberkan Realisasi Program BLT

Selain restoran, hotel pun sama. Namun diharapkan ada sebagian masyarakat yang menjadikan hotel sebagai ajang silaturahim dan reuni dalam berbuka puasa. Momen ini bisa menjadi penghidupan kembali bagi sektor ini. Ketika ada pelarangan, maka sulit kembali untuk berkembang.

“Hotel mereka kadang-kadang bikin acara untuk solat jamaah tarawih sampai lebih dari jam 9, ada khotbahnya acaranya kan bisa jam 10, itu diberikan kelonggaran. Jangan jam 9 lagi,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)




Source link

  • Bagikan