Mengenal Anggrek Peristeria yang Dijuluki Bunga Roh Kudus

  • Bagikan
e2d59629 anggrek peristeria 169



anggrek peristeria 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Tanaman hias Anggrek Peristeria memikat banyak orang berkat tampilannya yang indah dan memesona. Tanaman ini memiliki bunga dengan warna putih dan bentuknya yang unik menyerupai burung merpati.

Tak ayal, bunga yang secara ilmiah dikenal dengan nama Peristeria elata ini juga disebut sebagai anggrek merpati. Namun di sisi lain, seperti dilansir Christian, bunga ini juga memiliki julukan sebagai Anggrek Roh Kudus atau Bunga Roh Kudus.

Pasalnya, bagi umat kristiani, merpati dianggap sebagai lambang Roh Kudus dan simbol umum kedamaian, kemurnian, dan awal yang baru.

Karena wujud bunga yang mirip dengan burung merpati, maka secara tidak langsung anggrek ini mengingatkan pada Roh Kudus. Selain itu, saat melihatnya secara langsung muncul perasaan damai dan aman seketika.

Dalam Alkitab sendiri, merpati banyak disebutkan dan muncul sebagai simbolisasi Tuhan dan kedamaian.

Kemunculan burung merpati disebutkan Dalam Kejadian 8:8-12, Nuh mengirimkan burung merpati untuk mencari tanah kering saat banjir besar yang menutupi permukaan bumi.

Kemudian burung merpati juga disebut dalam Matius 3:16, Markus 1:10, Lukas 3:22, dan Yohanes 1:32. Kitab Suci mengatakan bahwa Roh Kudus turun ke atas Yesus dalam bentuk tubuh seperti burung merpati.

Baca Juga :  Cara Mengetahui Ikan Cupang Sakit dan Cara Mengobatinya

Sebuah sumber melaporkan, ketika bunga ini dikirim dari satu orang ke orang lain, sama halnya dengan mengirimkan Berkat Roh Kudus.

Bunga nasional Panama ini tumbuh di hutan hujan nan lembab di beberapa daerah di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Anggrek Roh Kudus ini termasuk dalam genus spesies anggrek. Biasanya ditemukan tumbuh di Venezuela, Ekuador, Panama, Kosta Rika, Peru, dan Trinidad. Bunga ini diam-diam bermekaran dan tumbuh dalam jumlah besar di sekitar hutan hujan kayu di Amerika Tengah dan Selatan.

Berkat julukan sebagai Bunga Roh Kudus, anggrek ini lantas banyak dijual menjelang peribadatan umat kristiani, seperti Paskah, Jumat Agung, dan Kenaikan Yesus.

Bunga yang mekar cakrawalarafflesia Juli-Oktober ini memiliki wangi yang mirip dengan aroma bir. Sebelum mekar, Anggrek Roh Kudus terlihat seperti biksu yang sedang berdoa. Jika diperhatikan lebih seksama, kuncup anggrek yang akan mekar juga berbentuk seperti merpati kecil.

Menurut para ahli, anggrek ini termasuk jenis yang tidak bisa bertahan di air yang mengandung kaporit dan hanya bisa bertahan di air hujan.

American Orchid Society mengatakan, Peristeria pertama kali dikirim ke Inggris pada 1826 dan baru berbunga pada 1831. Sang penemu, William J.Hooker, mengatakan bahwa nama Peristeria berasal dari kata Yunani yang berarti merpati karena bentuknya yang menyerupai burung merpati saat mekar.

Baca Juga :  Cara Merawat Tanaman Hias Calathea

Bagi Anda yang ingin merawat Bunga Roh Kudus ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena anggrek jenis ini sensitif terhadap cahaya dan cuaca tertentu.

Anggrek Peristeria tidak boleh ditanam dekat jendela karena bisa terkena sinar matahari langsung. Peristeria elata harus ditanam dalam kondisi hangat dengan suhu 15-21 derajat celcius.

Cahaya untuk bibit muda harus rendah sampai sedang, dan saat anggrek mekar maka dibutuhkan cahaya yang lebih terang. Selain itu, sirkulasi udara juga harus diperhatikan agar tak diam di satu tempat.

Bunga ini membutuhkan penyiraman sedang, tapi pada awal pertumbuhan sebaiknya bunga ini sering disiram. Saat pertumbuhannya melambat, sebaiknya kurangi penyiraman dan tambahkan pupuk. Jangan biarkan akarnya mengering dalam waktu lama.

Saat mekar, Anggrek Roh Kudus membutuhkan pot terbuka kering yang berisi lumut gambut (sphagnum), serpihan cocoa kering, dan serpihan pakis kering dalam jumlah sedang. Akarnya juga harus memiliki kelembaban setiap saat agar bisa tumbuh dan bertahan lama.

(mel/agn)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan
Positive SSL