533 Juta Data Pribadi Pengguna Facebook Bocor, Sebagian dari Indonesia

  • Bagikan
a378f4eb o 1amdgrooliah1mhs1148ena1un7a



o 1amdgrooliah1mhs1148ena1un7a

cakrawalarafflesia – Sebanyak 533 juta data pribadi pengguna Facebook dilaporkan bocor di Internet. Data tersebut muncul di situs forum hacker dan bisa didapatkan secara gratis.

Dikutip dari Business Insider pada Minggu (4/4/2021), informasi ini pertama kali ditampilkan oleh pengguna Twitter @UnderTheBreach. Dari foto yang ditampilkan, data ini berasal dari 106 negara, termasuk Indonesia.

Informasi sensitif yang muncul di forum tersebut terdiri dari nomor telepon, ID pengguna Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, biodata, hingga alamat email.

Dari total 533 juta data pengguna yang bocor, data pengguna yang paling banyak ditampilkan berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 32 juta. Kemudian 11 juta data pengguna berasal Inggris dan 6 juta lainnya dari pengguna India. Sementara untuk pengguna Indonesia mencakup 130.331 data.

Baca Juga :  Tsunami Non-tektonik Masih Berpotensi Terjadi Selama Ada Gempa Susulan

Baca Juga:
Haris Amir: Rekrutmen Calon Teroris Kini Bisa Lewat Facebook atau Telegram

Data tersebut kemudian dicocokkan dan diverifikasi. Ternyata, data yang dibocorkan memang sesuai dengan profil pengguna Facebook.

Menurut Juru Bicara Facebook, insiden ini terjadi sejak tahun 2019 lalu. Saat itu, Facebook memang memiliki kerentanan data yang pada akhirnya sudah diperbaiki perusahaan.

Menurut peneliti keamanan siber Alon Gal, data yang sudah berusia beberapa tahun dan bocor ke internet berpeluang memberikan informasi berharga bagi penjahat dunia maya. Mereka akan menggunakan data tersebut untuk menyamar atau menipu seseorang dan menyerahkan kode kredensial.

Baca Juga :  Terhindar dari Mata-mata, Riwayat Pencarian Disimpan Aman dengan Kata Sandi

“Basis data sebesar itu, yang berisi informasi pribadi seperti nomor telepon banyak pengguna Facebook, pasti akan menyebabkan pelaku kejahatan memanfaatkan data tersebut untuk melakukan serangan rekayasa sosial atau upaya peretasan,” kata Gal.

Menurut Gal, Facebook seharusnya memperlakukan data pengguna dengan hormat. Sebab, banyak orang yang mendaftar Facebook mempercayai mereka dengan menyerahkan data ke dalam aplikasi.

Baca Juga:
Duh! Facebook Jadi Aplikasi Paling Banyak Digunakan Pelaku Pelecehan Anak

“Pengguna yang informasi pribadinya bocor adalah pelanggaran kepercayaan yang sangat besar dan harus ditangani sebagaimana mestinya,” pungkas Gal.





Source link

  • Bagikan