Duh! Facebook Jadi Aplikasi Paling Banyak Digunakan Pelaku Pelecehan Anak

  • Bagikan
9d370443 16053 ilustrasi facebook


cakrawalarafflesia – Menurut data dari National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), lebih dari separuh pelecehan anak secara online dilakukan melalui aplikasi Facebook.

Organisasi amal yang berbasis di Inggris tersebut menyerukan agar lebih banyak tindakan pencegahan yang harus dilakukan untuk mengatasi pelecehan dalam pesan pribadi.

Facebook sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk membuat perpesanan di seluruh aplikasinya, termasuk Instagram dan Facebook Messenger, dienkripsi secara end-to-end untuk meningkatkan privasi pengguna.

Namun NSPCC berpendapat bahwa jumlah kejahatan ini, yang dikumpulkan melalui permintaan Freedom of Information, menunjukkan bahwa rencana enkripsi Facebook akan membuat anak-anak berada pada risiko yang lebih besar.

Baca Juga :  Indonesia Battery Corporation Jadikan Indonesia Pemain Global

Baca Juga:
Cara Menonaktifkan Kotak Saran Teman di Facebook

NSPCC mengatakan bahwa data yang direkam oleh polisi menunjukkan kasus pelecehan melalui gambar seksual atau tidak senonoh terhadap anak-anak sebanyak 9.477 kasus cakrawalarafflesia Oktober 2019 dan September 2020, di mana 52 persen terjadi di aplikasi milik Facebook.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Instagram digunakan pada lebih dari sepertiga kasus.

o 1b1urpbkp1bcpng1fvm3t2vhia
Ilustrasi pelecehan anak. [Shutterstock]

NSPCC berpendapat bahwa jika Facebook melanjutkan rencana enkripsi, banyak dari kasus pelanggaran ini tidak dapat dilaporkan di masa depan kecuali ada perlindungan baru.

Akibatnya, badan amal tersebut mendesak pemerintah untuk memperkuat kewenangan RUU Keamanan Online yang akan datang untuk mengizinkan regulator yang diusulkan, Ofcom, untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan yang dapat membahayakan anak-anak.

Baca Juga :  Selesaikan Aktivitas Penting Tanpa Gangguan Berkat Focus Mode di OPPO Reno6

NSPCC berpendapat bahwa meskipun enkripsi end-to-end menawarkan sejumlah manfaat, termasuk privasi yang lebih baik, itu akan menghambat kemampuan platform dan lembaga penegak hukum untuk mengidentifikasi pelecehan anak.

Baca Juga:
Telkom Gelar Kabel Bawah Laut Langsung ke Amerika Serikat

“Jika undang-undang akan memberikan perubahan yang berarti, maka perlu diperkuat secara tegas untuk menangani pelecehan dalam pesan pribadi, salah satu ancaman terbesar bagi anak-anak saat online,” kata Andy Burrows, kepala kebijakan online keselamatan anak NSPCC, dikutip dari Independent, Jumat (2/4/2021).





Source link

  • Bagikan
Positive SSL