Kronologi Kontroversi Drama Snowdrop Berujung Petisi

  • Bagikan
f8cc7cec 86f5 4334 9a8a fa47c7e820f0 169
Jakarta, cakrawalarafflesia — Drama Korea yang akan tayang, Snowdrop, jadi perbincangan hangat terutama di Korea Selatan.Film itu menjadi sorotan karena ditengarai mendistorsi dan mengecilkan peran gerakan pro-demokrasi di Korea Selatan. Alhasil, publik di negara itu membuat petisi untuk menghentikan film tersebut.

Drama tersebut sebenarnya masih dalam proses syuting dan bahkan belum rilis sinopsis resmi.

Berikut kronologi kontroversi drama yang ikut dibintangi Jisoo BLACKPINK itu sehingga berujung petisi agar syuting disetop.

Penghentian drama Joseon Exorcist rupanya merambat ke drama sejumlah film yang sedikit menyinggung sejarah Korea seperti Mr. Queen dan Snowdrop.

Berbeda dengan Mr. Queen yang sudah tamat tayang, Snowdrop bahkan belum merilis sinopsis. Namun, sejumlah netizen Korea disebut-sebut mulai ‘menyelidiki’ dan menyoroti bagian dari sinopsis tak resmi Snowdrop produksi JTBC.

Baca Juga :  5 Film Tentang Teror Buaya yang Mengerikan

Sinopsis itu diklaim menampilkan sosok pria karakter utama film itu adalah mata-mata yang menyusup ke dalam gerakan aktivis yang mayoritas pelajar. Sedangkan karakter lainnya merupakan kepala tim Badan Perencanaan Keamanan Nasional (NSP) yang digambarkan sebagai sosok yang lugas dan adil.

Kore Selatan pernah mengalami situasi politik yang panas dan mencekam pada 1980-an. Puncaknya pada 1987 saat gerakan prodemokrasi semakin mencuat untuk melawan rezim otoriter.

NSP disebut sebagai bagian dari rezim otoriter yang dilawan para aktivis kala itu. Penggambaran film itu sendiri dianggap justru merendahkan gerakan prodemokrasi yang berjasa membuat Korea Selatan menjadi republik seperti saat ini.

JTBC selaku stasiun televisi yang memproduksi film buru-buru mengeluarkan pernyataan saat petisi menolak Snowdrop mulai ditandatangani. Mereka menganggap penilaian terhadap film itu didasarkan atas dasar bocoran sinopsis yang tidak lengkap di media sosial. Akibatnya, muncul spekulasi dari netizen yang dianggap di luar konteks menilai drama itu terkait sejarah pergerakan Korea Selatan di era 1980-an.

Baca Juga :  Drama Korea Healer, Misi Penyelidikan Pengantar Pesan Rahasia

JTBC pun menegaskan Snowdrop bukan drama yang meremehkan gerakan pro-demokrasi dan mengagungkan NSP dan mata-mata.

Snowdrop merupakan drama komedi satir yang menyindir situasi pemilihan presiden dengan latar belakang rezim militer pada 1980-an dengan menampilkan kisah cinta sepasang muda-mudi yang menjadi korban pada saat itu.

Meski demikian, petisi tetap dimunculkan karena dianggap Snowdrop mendistorsi sejarah pergerakan demokrasi di Korea Selatan. Terlebih, banyak mahasiswa yang disiksa hingga ada pula yang terbunuh demi memperjuangkan demokrasi saat itu.

(tim/bac)


Source link

  • Bagikan