Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

  • Bagikan
3546afbc b2a7 4268 9ef9 81374aed2522 169
Jakarta, cakrawalarafflesia — Umat Islam disunnahkan melakukan puasa setiap pertengahan bulan atau dikenal dengan ayyamul bidh.Puasa Ayyamul Bidh boleh dilakukan tiga hari berturut-turut maupun satu atau dua hari saja.Tata cara melakukan puasa ayyamul bidh sama dengan puasa wajib dan puasa sunah lainnya. Puasa ayyamul bidh dimulai dengan niat, lalu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan minum dan hawa nafsu. Puasa dimulai dari terbit fajar atau ditandai dengan azan Subuh hingga terbenam matahari atau ditandai dengan azan Magrib.

Niat puasa ayyamul bidh boleh dilakukan di malam hari atau pada pagi hari dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat boleh diucapkan secara lisan maupun di dalam hati.

Berikut bacaan niat puasa ayyamul bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Baca Juga :  Kaesang Ladeni Penipu Online, Pelaku: Maaf Saya Khilaf

Nawaitu Sauma Ayyami Bidh Sunnatan Lillahi Ta’ala.

Artinya: Saya berniat puasa sunah ayyamul bidh karena Allah ta’ala.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu sunah Rasulullah SAW. Setiap umat Islam yang menjalankan puasa ini dijanjikan pahala seperti orang yang berpuasa satu tahun penuh. Satu hari puasa Ayyamul Bidh sama seperti berpuasa 10 hari.

Orang yang rutin melakukan puasa sunah Ayyamul Bidh juga akan mendapatkan pintu khusus Ar-Rayyan di surga kelak.

Menjalankan puasa Ayyamul Bidh sama seperti menjalankan puasa sunah lainnya. Dimulai dari niat, menahan hawa nafsu, haus, dan lapar dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar atau saat azan Subuh hingga terbenam matahari saat azan Magrib.

Baca Juga :  Tanggapan Polisi Mengenai Video Syur Viral Mirip Gisella Anastasia

Niat puasa sunah Ayyamul Bidh boleh diucapkan saat sahur atau pun di pagi hari, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Ayyamul Bidh juga dikenal dengan puasa putih karena pada tanggal 13,14, dan 15, bulan sedang terang benderang menuju purnama sehingga tampak putih.

Ada pula pendapat dalam kitab Umdatul Qari’Syarhu Shahihil Bukhari yang menyebut Ayyamul Bidh berasal dari kisah Nabi Adam. Saat Adam turun ke Bumi, tubuhnya dalam keadaan gosong. Ketika melakukan puasa selama tiga hari, tubuhnya memutih.

(chs)


Source link

  • Bagikan
Positive SSL