Wow, Fenomena Unik, Muncul Air Terjun di Bukit Batu Suci Australia

  • Bagikan
f1fbf72d keajaiban air terjun uluru di australia 4 169

keajaiban air terjun uluru di australia 4 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Turis berbondong-bondong ke Uluru untuk melihat sekilas air terjun yang mengalir dari batu keramat selama cuaca ekstrem melanda Australia baru-baru ini.

Staf Taman Nasional Uluṟu-Kata Tjuṯa telah membagikan foto “peristiwa cuaca yang unik dan luar biasa” di media sosial.

Dalam unggahan mereka dijelaskan kalau Uluru dilanda hujan lebat selama akhir pekan, dengan curah hujan yang turun sekitar 46mm.

“Air hujan menyebabkannya permukaan batu berubah warna,” kata tulis unggahan tersebut.

“Dari merah anggur gelap hingga perak bersinar dan bahkan hitam, setiap sisi Uluru memiliki warna yang berbeda, menjadikan tontonan ini menyenangkan bagi fotografer.

“Setelah hujan, tanaman gurun bermekaran dan banyak hewan muncul untuk kawin dan memberi makan.”

Mengenai aktivitas fauna selama musim hujan, staf taman nasional mengungkapkan sekelompok katak menjadi begitu aktif di gedung Pusat Kebudayaan, sampai-sampai mereka membunyikan alarm keamanan.

Baca Juga :  Sipnosis Drama Baru Song Hye-kyo "The Glory"

Uluru menerima rata-rata curah hujan sekitar 300mm per tahun, yang berarti taman tersebut mengalami sekitar seperenam dari total curah hujan tahunan hanya dalam dua hari kemarin.

Curah hujan telah menyebabkan air terjun yang lebih kecil di Uluru beberapa kali pada musim panas yang lalu, tetapi banjir besar di akhir pekan menyebabkan air terjun yang sangat deras.

Alice Springs di dekatnya telah mencatat curah hujan “di atas rata-rata” sepanjang tahun ini, dengan sekitar 50mm turun dalam 24 jam hingga Senin (22/3) pagi.

Biro Meteorologi memperkirakan curah hujan yang lebih kecil di daerah Kata Tjuta selama sisa minggu ini.

Baca Juga :  Cukai Naik Per 1 Februari 2021, Harga Rokok Jadi Berapa Ya?

Parks Australia mengatakan melihat Uluru dan air terjunnya setelah hujan lebat adalah pengalaman yang hanya bisa didapat oleh beberapa orang yang beruntung, dengan pemandangan matahari terbit dan terbenam berwarna merah dan keemasan yang ikonik yang umum terjadi hampir sepanjang tahun.

Uluru ditutup untuk pendakian pada Oktober 2019 setelah protes puluhan tahun dari suku asli yang bermukim di sekitarnya. Denda besar sekarang diberlakukan bagi orang-orang yang ketahuan mencoba mendaki gunung batu itu.

Hingga saat ini, Uluru masih menjadi destinasi populer bagi wisatawan domestik dan internasional, tetapi pembatasan ketat virus Corona telah membatasi jumlah orang yang dapat mengunjungi situs keramat itu selama 12 bulan terakhir.

(ard)

Source link

  • Bagikan