Heboh Emas di Pantai Maluku, Ahli Bicara Potensi Tambang Baru

  • Bagikan
cf061fa6 f1f9 4959 8323 cc9160eef243 169



cf061fa6 f1f9 4959 8323 cc9160eef243 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Iwan Setiawan menyatakan enggan memastikan Pantai Pohon Batu, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi lokasi tambang emas baru.

Menurut Iwan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan potensi tambang emas di pesisir pantai Maluku Tengah.

“Bicara potensi, kita harus ada datanya dulu. Kita belum tahu bagaimana sebarannya apakah hanya di lokasi itu saja atau di sepanjang pantai, kita belum tahu,” ujar Iwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/3).





Iwan menuturkan banyak hal yang harus dipikirkan ketika hendak membuka tambang baru. Selain untuk kepentingan ekonomi, dia menilai semua pihak harus memikirkan dampak lingkungan dari alih fungsi sebuah kawasan menjadi tambang.

Baca Juga :  Diskon Rp 1,1 juta, OPPO A92 RAM 8 GB Jadi Semakin Murah

Dari segi lingkungan, Iwan menuturkan pertambangan akan mengubah lanskap dari pesisir pantai dan ekosistem pantai. Dia khawatir rusaknya lingkungan pesisir pantai karena kepentingan ekonomi sesaat akan merugikan generasi yang akan datang.

Lebih lanjut, Iwan mengaku belum pernah mengetahui ada pertambangan emas di pesisir pantai. Namun, dia menilai emas yang ditemukan di sana merupakan bagian dari endapan plaser atau endapan sekunder emas yang berpindah dari tempatnya.

“Dari rumah aslinya, berpindah ke sungai dan ke pantai. Kalau di pantai belum pernah terdengar ada penambangan, tapi kalau di sungai banyak penambangan,” ujarnya.

Iwan membeberkan penambangan emas sekunder banyak terjadi di sepanjang sungai. Sebab, emas di kawasan itu sudah tidak bercampur dengan kandungan logam yang lain.

Baca Juga :  LAPAN Akui RI Belum Siap Mitigasi Cegah Asteroid Jatuh

Secara ekonomi, dia mengakui emas di kawasan itu bernilai ekonomi tinggi. Akan tetapi, dia berkat keberadaanya terbatas.

Belum ada rencana pemetaan tambang emas di Maluku

Iwan menambahkan LIPI belum memiliki rencana untuk melakukan penelitian di kawasan itu karena belum ada perintah. Namun, Iwan mengaku pernah melakukan penelitian di Jailolo, Maluku Tengah.

Lebih dari itu, Iwan menegaskan Maluku Tengah memiliki potensi emas. Sebab, batuan yang menyusun wilayah itu merupakan batuan metamorf, seperti batuan yang menyusun emas di daerah Bombana, Sulawesi Tenggara.

“Jadi batuan-batuan di Maluku Tengah berpotensi, sama halnya seperti daerah-daerah lainnya di Sulteng,” ujar Iwan.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan