UMKM RI Paling Banyak Diserang Phishing di Asia Tenggara

  • Bagikan
d599ac0b 75d5 4b6a a875 a5aded132657 169



d599ac0b 75d5 4b6a a875 a5aded132657 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Perusahaan berbasis keamanan siber Kaspersky mengungkap kejahatan phishing yang mensasar usaha bisnis mikro kecil dan menengah (UMKM). Hasilnya Indonesia menjadi korban terbanyak dalam percobaan phishing di Asia Tenggara.

Pada percobaan phishing per negara terhadap perusahaan, Indonesia mencatatkan insiden terbanyak pada 2020. Disusul oleh Thailand dan Vietnam. Masing-masing mencatat lebih dari setengah juta percobaan ancaman siber itu.

Dalam catatan temuan percobaan phishing pada tahun 2020, Indonesia tercatat sebagai negara yang terbanyak upaya phishing, yakni sebanyak 744.518 percobaan, Thailand 677.512 percobaan dan Vietnam 673.743 percobaan. Hal ini menjadikan Indonesia berada pada peringkat 16 di peringkat global.





“Dalam hal penargetan phishing per negara terhadap perusahaan yang terdiri dari 50-250 karyawan, Indonesia mencatatkan insiden terbanyak pada tahun 2020, diikuti oleh Thailand, dan Vietnam,” ujar Kaspersky melalui keterangan tertulis, Senin (22/3).

Selanjutnya disusul negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia 392.301 percobaan, Filipina 227.172 percobaan dan Singapura 175,579 percobaan.

Baca Juga :  Cara Membuat Video TikTok Menjadi Wallpaper Handphone dengan Mudah

Kaspersky kemudian mengklaim berhasil memblokir sebanyak 2.890.825 upaya phishing yang ditujukan kepada UMKM. Angka tersebut, menurut Kaspersky, mengalami peningkatan sebanyak 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2019, Kaspersky mendeteksi adanya 2.402.569 upaya kunjungan pengguna ke URL palsu.

Kaspersky mengaku serangan rekayasa sosial seperti phishing juga menjadi cara termudah untuk menggabungkan keadaan yang sulit di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya melihat hal itu akan menjadi umpan untuk mencuri uang dan data yang lebih banyak melalui berbagai sektor.

Bentuk upaya Phishing

Phishing merupakan upaya kejahatan yang terjadi di dunia maya. Salah satunya menggunakan manipulasi psikologis yang melibatkan pencurian data rahasia dari komputasi seseorang untuk digunakan dengan berbagai tujuan, mulai dari pencurian uang hingga penjualan data yang diperoleh.

Pesan phishing biasanya berupa pemberitahuan palsu dari bank, penyedia, sistem pembayaran elektronik dan organisasi lain, phishing juga dapat berbentuk replika yang hampir 100 persen sempurna.

Melalui cara itu pengguna akan terpikat melalui pesan phishing hingga berakhir dengan pemberian data pribadi secara sukarela.

Baca Juga :  Sketsa "Head of Bear" Leonardo da Vinci Akan Dilelang Rp227 Miliar

Pada tahun lalu sepuluh negara teratas dalam upaya phishing secara global terhadap UMKM mensasar negara Brasil, Rusia, Amerika Serikat, Prancis, Italia, Meksiko, Jerman, Kolombia, Spanyol, dan India.

Dalam skala global, para phisher online mengeksploitasi tema COVID-19 dan mengundang para pengguna yang ditargetkan ke konferensi video yang tidak ada. Lalu bersikeras bahwa pengguna akan mendaftar dengan layanan baru dari perusahaan.

Tren penting yang harus diperhatikan oleh bisnis di Asia Tenggara adalah tautan dan email phishing yang dibagikan melalui platform jaringan online. Pihaknya telah mengamati penipu yang menyebarkan surat berantai mereka melalui jejaring sosial dan aplikasi perpesanan instan mulai banyak tersebar pada akhir tahun 2020.

Penerima pesan akan dijanjikan hadiah seperti potongan harga, dan lain-lain jika mereka membuka tautan yang telah dikirimkan. Halaman web phishing berisikan pesan menarik seperti hadiah uang tunai, penghargaan, atau kejutan lain yang banyak diinginkan.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan