Cara Menghilangkan Ngorok saat Tidur

  • Bagikan
2c2a9675 ilustrasi tidur mendengkur 5 169

ilustrasi tidur mendengkur 5 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Dengkur atau suara ngorok sering kali mengganggu orang lain saat tidur. Tak hanya itu, ngorok juga dapat membahayakan kesehatan. Anda bisa melakukan sejumlah cara menghilangkan ngorok saat tidur.

Berikut cara menghilangkan ngorok saat tidur.

1. Memiringkan posisi badan

Cobalah tidur dalam kondisi posisi badan miring ke kiri atau ke kanan. Cara ini dapat mencegah ngorok. Jika seseorang mengorok, Anda juga bisa memiringkan badannya agar berhenti ngorok.

“Memiringkan badan dapat mencegah lidah jatuh ke belakang sehingga tidak mengorok,” kata psikiater Dharmawan A Purnama beberapa waktu lalu kepada CNNIndonesia.com.

2. Tidur tengkurap

Selain memiringkan posisi badan, tidur tengkurap juga dapat menghilangkan dan mencegah ngorok.

Baca Juga :  Jus sawi putih efektif menurunkan tekanan darah tinggi

3. Tidak minum obat tidur

Dharmawan menjelaskan, sejumlah obat-obatan dapat memicu ngorok. Beberapa obat memiliki efek melemaskan otot sehingga membuat lidah jatuh ke belakang dan menyebabkan ngorok.

4. Tidak merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko atau meningkatkan risiko seseorang mengalami sleep apnea yang menimbulkan ngorok.

5. Obesitas

Orang yang kelebihan berat badan juga berisiko lebih tinggi mengalami ngorok.

Sejumlah lemak di tenggorokan dapat mempersempit jalannya pernapasan dan menimbulkan ngorok.

Orang yang obesitas juga berisiko lebih tinggi mengalami sleep apnea sehingga mengorok saat tidur.

Baca Juga :  Waspadai penyebab vertigo kambuh dan faktor risiko ini, yuk

Oleh karena itu, cobalah untuk tidak merokok, menjaga berat badan ideal, tidak minum obat tidur, tidur miring, dan tengkurap untuk menghilangkan ngorok.

Jika ngorok tidak hilang saat tidur miring atau tengkurap, periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

“Kalau sudah dimiringkan atau tengkurap ngorok tidak hilang periksakan ke dokter saraf atau neurolog. Ini dapat terjadi karena pengaruh sistem saraf pusat di otak,” kata Dharmawan.

Periksakan pula ngorok yang terus terdengar setiap malam. Ngorok yang dibiarkan dikaitkan dengan penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan demensia.

(ptj/asr)

Source link

  • Bagikan