Catat! PPKM Mikro Diperpanjang & Diperluas Mulai Hari ini

  • Bagikan
833624e4 menteri koordinator bidang perekonomian airlangga hartarto saat konferensi pers perpanjangan dan perluasan pemberlakuan pembat 3 169

menteri koordinator bidang perekonomian airlangga hartarto saat konferensi pers perpanjangan dan perluasan pemberlakuan pembat 3 169

Jakarta, cakrawalarafflesia – Pemerintah memperpanjang PPKM Mikro mulai hari ini sampai 5 April mendatang. Pemerintah juga menambah lima daerah baru yang menjadi cakupan wilayah PPKM Mikro yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya PPKM Mikro hanya dilakukan di sepuluh provinsi yakni, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur. Dengan penambahan maka PPKM Mikro tahap IV dilaksanakan di 15 provinsi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan penambahan lima provinsi tersebut diputuskan berdasarkan analisis parameter Covid – 19. Mulai dari persentase kasus aktif, persentase kesembuhan, persentase kematian, tingkatBed Occupancy Ratioatau BOR.

Baca Juga :  KPK Sita Uang dan Dokumen dari Kantor KKP

Terkait peraturan ada perubahan dalam kegiatan belajar mengajar dan kegiatan seni budaya. Untuk kegiatan seni budaya diizinkan untuk dibuka dengan kapasitas maksimal 25% dengan penerapan protokol kesehatan.

“Belajar mengajar dapat dilakukan secara tatap muka, untuk perguruan tinggi/akademi yang dibuka bertahap dengan proyek percontohan berbasis peraturan daerah/peraturan kepala daerah dengan protokol kesehatan,” jelas Airlangga dalam keterangan resmi dikutip Senin (22/3/2021).

Baca Juga :  'Orang Dalam' Kasus Perampokan SPBU Semarang Berhasil Ditangkap

Airlangga juga mengatakan perkembangan tren kasus Covid – 19 secara nasional mulai membaik. Per 18 Maret tingkat kasus aktif di Indonesia 9,12%, lebih baik dari rata-rata dunia di 17,23%.

Tingkat kesembuhan 88,16% lebih baik dibanding global 89,56%. Tingkat kematian 2,71%, sedikit lebih tinggi dari rata-rata global 2,21%.

Ketersediaan tempat tidur isolasi dan intensive care unit atau BOR rumah sakit rujuan per 17 Maret juga menurun. Di seluruh rumah sakit rujukan provinsi yang menerapkan PPKM Mikro, memiliki tingkat okupansi rata-rata 70%

(sef/sef)


Source link

  • Bagikan