Penyebab Ngorok, Gangguan Jaringan Ikat hingga Otak

  • Bagikan
2bcad3e4 ilustrasi kesepian 2 169



ilustrasi kesepian 2 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Mendengkur alias ngorok bukan penanda bahwa seseorang sedang tidur nyenyak. Sebaliknya, ngorok justru merupakan masalah serius.

Terdapat sejumlah penyebab ngorok secara medis mulai dari gangguan jaringan ikat hingga otak.

Berikut sejumlah penyebab seseorang ngorok atau mendengkur saat tidur, menurut ahli.

1. Jaringan ikat yang kendur

Timbulnya suara dengkuran saat tidur terjadinya karena terdapat jaringan ikat di tenggorokan yang kendor sehingga membuat lidah jatuh ke belakang.

“Saat ini terjadi, begitu seseorang tidur dan menarik dan membuang napas timbul suara. Sama seperti suling yang lubang bunyinya ditutup,” kata Psikiater Dharmawan A Purnama kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Ngorok karena jaringan ikat yang kendur bisa diberhentikan dengan memiringkan atau membuat seseorang tidur tengkurap.

2. Sleep apnea

Ngorok dapat terjadi karena pengaruh dari sistem saraf pusat di otak. Gangguan ini dikenal juga dengan sleep apnea. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang tidak bernapas atau kekurangan oksigen saat tidur.

Baca Juga :  Joan Mir Akan Tampil Maksimal pada Tiga Balapan Terakhir

“Ada juga ngorok yang sifatnya sentral di pusat pernapasan di otak. Paling sering karena terdapat infark atau sumbatan di otak. Lainnya bisa karena penyakit Parkinson dan demensia,” tutur Dharmawan yang merupakan dokter spesialis kedokteran jiwa di RSJ Dr Soeharto Heerdjan Jakarta.

Prevalensi sleep apnea meningkat sesuai usia. Kondisi ini juga lebih mungkin terjadi pada orang dengan obesitas dan perokok. Studi menunjukkan sleep apnea terjadi pada 27 persen lansia pria dan 19 persen lansia perempuan.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh dokter spesial saraf di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), dr Nurul Rakhmawati Ismail saat dihubungi secara terpisah.

“Karena obesitas bentuk lehernya enggak jenjang jadi pendek. Lalu, jenis kelamin juga mempengaruhi. Ini [mendengkur] seringkali terjadi pada yang jenis kelaminnya laki-laki. Laki-laki punya risiko dua kali lebih tinggi dibanding perempuan,” kata Nurul.

Baca Juga :  Meski Lelah atau Kesal, Suami Harus Tetap Jaga Kata-Kata Terhadap Istri

Ngorok karena gangguan sistem saraf tidak bisa diberhentikan walaupun seseorang tersebut tidur miring atau tengkurap.

3. Stres

Dharmawan menyebut ngorok juga bisa dipicu karena seseorang stres atau kelelahan. Ngorok ini biasanya hanya muncul ketika orang tersebut stres.

Dharmawan menjelaskan ngorok yang terjadi karena jaringan ikat yang kendur, permasalahan di otak, dan stres harus diatasi segera.

Jika dibiarkan ngorok dapat membuat tidur tidak berkualitas, seseorang tidak produktif, dan memicu sejumlah penyakit. Misalnya, sleep apnea yang dibiarkan dikaitkan dengan penyakit jantung, stroke, dan demensia.

“Bisa periksakan ke dokter. Jika jaringan ikat kendur bisa ke dokter THT, jika sifatnya sentral ke neurolog atau dokter saraf, jika karena stres bisa psikiater,” kata Dharmawan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk melihat kelainan anatomi dikombinasikan dengan sejumlah pemeriksaan lain seperti jantung dan kepala untuk mengetahui penyebab ngorok dengan tepat.

(ptj/agn)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan