Agar Seks Tetap ‘Panas’ di Kalangan Orang Tua Baru

  • Bagikan
4984b176 d90c 469a 96c7 33e63f700a19 169
Jakarta, cakrawalarafflesia —

Memiliki buah hati memang mendatangkan kebahagiaan sekaligus tantangan baru. Rasa lelah sepanjang waktu, harus begadang selama beberapa malam berturut-turut, pekerjaan rumah yang seakan tidak pernah selesai dan sederet hal yang sama sekali belum pernah terjadi dalam hidup. Imbasnya tak hanya soal kondisi fisik tetapi juga mental dan kehidupan seks.

Buat para orang tua baru bisa dipastikan meletakkan seks jadi kepentingan kesekian setelah anak. Padahal orang tua juga tetap memerlukan waktu berkualitas dan intim berdua.

“Perempuan sering memiliki ide bagus soal apa yang sebenarnya terjadi saat mereka bisa membicarakannya dengan jujur. Tentu, Anda bisa mencoba lebih keras. Tapi Anda tidak bisa, atau Anda ingin. Ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan segala sesuatunya ke jalur semula,” ujar terapis seks, Bat Sheva Marcus, mengutip dari Insider.

1. Menerima perubahan

Buat perempuan, proses persalinan membawa banyak perubahan pada tubuh. Suatu hal yang normal jika perempuan belum memikirkan seks setelah melewati waktu-waktu sulit persalinan. Yang perlu diingat, tak ada tenggat waktu atau kapan Anda berhubungan seks.

Saat Anda merasa siap, satu hal yang perlu diperhatikan adalah seks bakal berbeda mulai sekarang. Seks yang spontan seperti masa sebelum ada anak mungkin bakal sulit dilakukan. Namun bukan berarti seks tidak akan menyenangkan. Anda dan pasangan hanya perlu menerima perubahan dan beradaptasi.

2. Lebih banyak tidur

Tidur jadi aktivitas yang begitu berharga buat orang tua baru. Namun begadang untuk menyusui anak atau mengganti popoknya yang basah membuat ibu kurang tidur sehingga produksi hormon tubuh jadi kacau.

“Sebelum Anda menyadari ada masalah di hormon, cek apa yang bisa dilakukan agar memiliki lebih banyak waktu untuk tidur. Mungkin membiarkan pasangan tahu bahwa lebih banyak tidur untuk Anda bisa memicu seks lebih banyak sehingga Anda berdua jadi termotivasi untuk mencari celah,” ujar Marcus.

3. ‘Quickie’ jadi solusi

Melansir dari Bounty, ‘quickie’ alias seks kilat bisa jadi solusi buat orang tua baru. Saat anak sedang tidur, Anda bisa memilih untuk tidur. Namun tak ada salahnya meluangkan waktu untuk kembali intim bersama pasangan dan tidur pun jadi lebih nyenyak setelahnya.

4. Olahraga

Setelah kurang tidur, tantangan berikutnya biasanya kurang olahraga. Bagaimana mau olahraga? Waktu 24 jam seolah tidak cukup dan tenaga terkuras untuk merampungkan cucian dan membersihkan rumah saat si kecil tidur. Namun Marcus mengingatkan, olahraga seperti halnya tidur. Keduanya sama-sama penting untuk menjaga keseimbangan hormon.

5. Minta bantuan keluarga

“Saya menyarankan untuk mendapatkan lebih banyak dukungan karena aneh jika Anda ingin lebih banyak tidur, olahraga atau konseling tanpa memperoleh bantuan lebih,” kata Marcus.

Sekali waktu, anak bisa dijaga oleh orang tua atau kerabat sehingga Anda dan pasangan bisa menghabiskan waktu berdua. Strategi ini juga bisa memberikan Anda kesempatan untuk ‘me time’, melepas penat sehingga menurunkan level stres.

6. Berbagi pekerjaan rumah tangga

Karena penghuni rumah tidak hanya istri, suami pun perlu turun tangan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Di sini Anda dan pasangan wajib berbagi tugas sebab hanya satu hal yang tidak bisa dilakukan pasangan Anda yakni menyusui anak. Selebihnya bagi tugas seperti menyiapkan bahan makanan, membersihkan rumah, mengambil jemuran atau sesederhana menyiram tanaman.

Ilustrasi Bercinta, Ilustrasi Bersetubuh, Ilustrasi Hubungan Suami Istri, Ilustrasi Hubungan Seks, Ilustrasi Hubungan Sex, Ilustrasi Berhubungan Seks, Ilustrasi Berhubungan Sex, Ilustrasi Hubungan Badan, Ilustrasi Berhubungan BadanIlustrasi hubungan intim. (Istockphoto/nemke)

7. Menyediakan waktu untuk obrolan mendalam

Bukan tidak mungkin rasa penat campur stres ini akan ‘meledak’ sewaktu-waktu. Sebenarnya seks bisa merilis rasa stres tetapi dalam kondisi seperti sekarang, pasangan orang tua baru seperti tidak ingin melakukannya. Jika sudah begini, sebaiknya Anda duduk berdua dengan pasangan dan membicarakan semuanya termasuk seks yang sulit terwujud.

“Saya tidak mengabaikan fakta bahwa memikirkan solusi jadi hal yang sulit apalagi kondisi kurang tidur. Jika Anda merasa terapis, life coach atau perencana keuangan bisa membantu menyelesaikan semua ini, hubungan mereka dan dapatkan bantuan,” ujar Marcus.

(els/ayp)


Source link

  • Bagikan