8 Kesalahan Umum yang Membuat Anda Gagal Atasi Insomnia

  • Bagikan
97b74432 8e15 4d41 a980 ee87942ed260 169



97b74432 8e15 4d41 a980 ee87942ed260 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Pandemi telah memicu lonjakan masalah sulit tidur ‘coronasomnia’. Sayang, banyak orang salah dalam mengatasi masalah tidur. Berikut beberapa kesalahan umum yang dilakukan dalam memerangi coronasomnia.

Coronasomnia merupakan masalah sulit tidur selama pandemi. Masalah ini muncul saat seseorang terlalu mencemaskan kondisi situasi serba tak pasti yang terjadi saat ini.

Sudah bukan rahasia umum. Selain berpengaruh terhadap kesehatan fisik, pandemi juga berkontribusi terhadap peningkatan masalah mental di dunia.

“Anda tidak sendiri, pandemi membuat tidur menjadi lebih sulit bagi sebagian besar penduduk di dunia,” ujar spesialis tidur, dr Raj Dasgupta dari Keck School of Medicine, University of Southern, California, Amerika Serikat, melansir CNN.

World Sleep Society bahkan mencatat masalah tidur sebagai masalah global yang mengancam kesehatan dan kualitas hidup sebanyak 45 persen populasi di dunia.

Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak orang beralih ke aktivitas tertentu untuk mengalihkan perhatian dari kecemasan terhadap pandemi. Namun, sayangnya cara tersebut malah menghambat kemampuan untuk tertidur.

Berikut adalah 10 kesalahan umum untuk mengatasi masalah tidur yang perlu Anda ketahui.

1. Terlalu banyak bermain gawai

Ini adalah kebiasaan buruk yang tak bisa ditolak siapa pun. Kebiasaan mengintip unggahan terbaru dari teman di media sosial membuat mata justru tertuju pada cahaya biru yang dapat mengganggu tidur.

Baca Juga :  Ini, Miras yang Dilarang Lewat RUU Minuman Beralkohol

“Cahaya terang dari TV, komputer, dan ponsel pintar dapat memengaruhi pola tidur Anda dan membuat Anda tetap waspada saat Anda seharusnya mengantuk,” ujar Dasgupta.

Cahaya biru menekan kadar melatonin dalam tubuh yang disekresikan dalam ritme sirkadian 24 jam setiap hari. Melatonin sendiri dikenal sebagai hormon tidur.

Hindari penggunaan komputer, ponsel, dan laptop setidaknya 1-2 jam sebelum tidur.

2. Menekan tombol ‘snooze’

Banyak orang mengandalkan alarm untuk terbangun di pagi hari. Namun, saat alarm berbunyi, yang ditekan adalah tombol ‘snooze‘. Padahal, cara ini membuat seseorang tak bisa terbangun sepenuhnya.

Secara ilmiah, tidur terdiri dari beberapa fase. Saat Anda mendekati akhir tidur, maka Anda mendekati siklus akhir dari fase REM atau rapid eye movement.

“Menekan tombol ‘snooze‘ dalam fase ini akan membuat Anda kembali tidur,” ujar ahli tidur, Rebecca Robbins. Tidur yang kedua ini tak memiliki kualitas yang baik.

Baca Juga :  Dalam Waktu 3 Jam Pelaku Pembunuhan Seorang Pria di Kepahiang Berhasil Diringkus

Pasalnya, saat alarm berbunyi kembali beberapa menit kemudian, Anda akan berada di fase tengah tidur, bukan akhir. Artinya, Anda sesungguhnya belum siap untuk tertidur. Anda akan merasa pusing saat terbangun.

“Itu membuat tidur malam yang buruk nantinya,” ujar Robbins.

Untuk mengatasinya, Robbins menyarankan Anda untuk menaruh alarm di sisi lain ruangan. Dengan begitu, Anda harus terbangun dari tempat tidur untuk mematikannya.

3. Sering tidur siang

Tidur siang memang jadi cara yang tepat untuk kembali mengisi energi di siang hari. Namun, World Sleep Society menyarankan Anda untuk tidur siang tidak lebih dari 45 menit.

Tidur siang yang lama dapat mengganggu jam sirkadian tubuh yang membuat Anda lebih sulit untuk tidur di malam hari.

Para ahli sepakat, tidur siang sekitar 15-20 menit masih dapat ditoleransi untuk meningkatkan energi. Namun, coba lah melakukannya lebih awal cakrawalarafflesia pukul 12-2 siang.

Simak kesalahan dalam mengatasi insomnia lainnya di halaman berikut.


8 Kesalahan Umum yang Membuat Anda Gagal Atasi Insomnia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA






Source link

  • Bagikan