Waduh! Tes PCR Gagal Deteksi Mutasi Covid-19 Terbaru

  • Bagikan
56d28d70 ilustrasi rumah sakit yang penuh karena tingginya pasien yang terpapar virus corona di sao paulo brasil apandre penner 6 169



ilustrasi rumah sakit yang penuh karena tingginya pasien yang terpapar virus corona di sao paulo brasil apandre penner 6 169

Jakarta, cakrawalarafflesia – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa negara di Eropa menemukan jika mutasi terbaru virus corona (Covid-19) tidak dapat dideteksi oleh polymerase chain reaction (PCR) yang dapat mencari keberadaan virus melalui RNA dan DNA.

Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar FKUI, menulis setidaknya ada empat kemungkinan dampak mutasi virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

“Dampaknya pada diagnosis dengan PCR, tentang penularan penyakit, berhubungan dengan beratnya penyakit, serta dampak mutasi pada vaksin,” katanya, dalam sebuah rilis yang diterima cakrawalarafflesia ada Sabtu (20/3/2021).

Dalam rilis tersebut dicantumkan dua kasus di Prancis dan Finlandia. Pada 15 Maret 2021, Menteri Kesehatan Perancis mengumumkan penemuan varian terbaru virus penyebab Covid-19 sesudah melakukan pemeriksaan sekuens genomik pada suatu klaster infeksi di rumah sakit di kota Lannion.

Baca Juga :  Daftar Wilayah Jawa-Bali Yang Terapkan Aturan PPKM Mikro

Dari kasus tersebut, ada 8 pasien Covid-19 disana yang terbukti membawa varian terbaru ini, yang diberi nama ‘le variant breton’.

“Yang perlu dapat perhatian adalah bahwa kasus-kasus ini ternyata memberi hasil negatif waktu di tes dengan PCR test yang biasa kita pakai untuk memastikan seseorang sakit atau tidak,” paparnya.

Pasien pada kasus yang terjadi di Perancis ini baru dapat dipastikan sakit sesudah dilakukan pemeriksaan mendalam darah dan bahkan jaringan paru-parunya, menjadi suatu pemeriksaan yang amat tidak mudah dilakukan.

Sementara pada pertengahan Februari 2021, Finlandia melaporkan mutasi varian “Fin-796H” yang mereka temukan di “Helsinki-based Vita Laboratories”, yang virusnya tidak bisa terdeteksi dengan salah satu pemeriksaan PCR yang mereka biasa gunakan.

Baca Juga :  Waspada Hujan Disertai Petir di Jakarta Jelang Siang

“Tentu kita belum tahu bagaimana perkembangan mutasi ‘le variant breton’ ini selanjutnya, tetapi kalau memang nantinya keampuhan tes PCR jadi benar-benar terganggu maka tentu dunia akan menghadapi babak baru dan tantangan cukup berat untuk mendiagnosis Covid-19,” tukas Tjandra.

Hingga kini setidaknya terdapat tiga varian mutasi utama yang mengkhawatirkan para ilmuwan, yakni varian Afrika Selatan, yang oleh para ilmuwan dikenal sebagai 20I / 501Y.V2 atau B.1.351; varian Inggris yang dikenal sebagai 20I / 501Y.V1 atau B.1.1.7; serta varian Brasil yang dikenal sebagai P.1.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

  • Bagikan