Restu BPOM untuk Vaksin AstraZeneca Demi Lawan Covid-19

  • Bagikan
d7eb7c68 vaksin astrazeneca 3 169

vaksin astrazeneca 3 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Mulai Jumat (19/3) vaksin AstraZeneca telah mengantongi izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Izin diberikan setelah melalui kajian bersama Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), Komite Nasional Penilai Obat, dan Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

“Manfaat pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan,” kata Penny dalam keterangan melansir CNNIndonesia.com, Jumat (19/3).

Sebelumnya izin vaksin AstraZeneca sempat ditunda menyusul penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca di 15 negara Eropa. Penangguhan dilakukan karena kasus pembekuan darah atau tromboemboli. Kajian pun terus dilakukan disertai komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain untuk investigasi lengkap.

Baca Juga :  Hubungan Valentino Rossi dan Franco Morbidelli Bisa Rusak di Musim Depan

Kemudian ternyata kasus tromboemboli ini telah dibahas di forum pertemuan khusus cakrawalarafflesia WHO dan Otoritas Obat Eropa (EMA). Dari sini diketahui tromboemboli merupakan kejadian yang kerap dijumpai dan kasus penyakit kardiovaskular nomor tiga terbanyak berdasarkan data global. EMA pun tidak mempermasalahkan kualitas vaksin AstraZeneca secara menyeluruh.

“Namun tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin covid-19 AstraZeneca,” jelasnya.

Sementara itu Menkes Budi Gunadi Sadikin berkata program penyuntikan vaksin AstraZeneca akan dimulai pekan depan.

“Insya Allah rencananya minggu depan akan kita mulai distribusi dan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca,” kata Budi dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Mikro yang disiarkan melalui kanal YouTube Perekonomian RI, Jumat (19/3).

Baca Juga :  Ternyata Kol Goreng, Cuma Enak Tapi Tak Sehat

Melalui konferensi pers virtual ini pula, dia mengungkapkan rencana penggunaan sertifikat vaksin untuk kegiatan publik tertentu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) disebut sudah menggodok pedomannya.

“CDC sudah guideline cukup lengkap. Transportasi, acara konser, berbasis sertifikat vaksinasi ini. Nanti begitu jumlahnya sudah cukup banyak, kita sekarang sudah mulai mempersiapkan protokol kesehatan baru untuk masing-masing aktivitas ini, gunanya nanti akan ke sana,” kata Budi pada Jumat (19/3).

(els/ayp)


Source link

  • Bagikan