Daihatsu Dapat Nikmat Relaksasi PPnBM, Xenia Naik 220 Persen

  • Bagikan
8c8ca04b ebde 43dd 9c2e 09933641634a 169



8c8ca04b ebde 43dd 9c2e 09933641634a 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Daihatsu Indonesia mengklaim relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen berdampak positif bagi penjualan mobil baru.

Menurut Daihatsu Indonesia, sejak hal itu diimplementasikan pemerintah mulai 1 Maret, penjualan mobil Daihatsu per 17 Maret naik hingga lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama pada Februari.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mengatakan kenaikan penjualan paling drastis dialami mobil yang mendapatkan fasilitas relaksasi PPnBM.





Ada empat mobil Daihatsu yang harganya menjadi lebih murah karena konsumen tak dibebani PPnBM, yaitu Xenia, Terios, Gran Max, dan Luxio.

Baca Juga :  realme Q3 Pro – Handphone 5G dengan RAM 8 GB dan Layar AMOLED 120Hz

Menurut data yang dibagikan, persentase kenaikan Xenia selama 17 hari pada Maret sebesar 220 persen, Terios 253 persen, Luxio 197 persen, dan Gran Max mini bus 194 persen.

“Daihatsu juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah dalam memberikan insentif berupa relaksasi pajak dan memberikan dampak positif bagi pasar otomotif. Kami yakin dengan dukungan ini, pasar otomotif akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Hendrayadi, Kamis (18/3).

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan relaksasi PPnBM mulai menunjukkan efek positif. Disebutkan terdapat lonjakan signifikan pemesanan mobil dari 5-6 unit per hari menjadi 25 unit per hari.

Baca Juga :  Cara Migrasi dari CyberPanel Ke CyberPanel 2021 Mudah tanpa down time

“Kami menerima info dari salah satu dealer resmi Mitsubishi bahwa dari perolehan pesanan sebelumnya sebanyak 5-6 unit per-hari, sejak diberlakukannya kebijakan PPnBM terjadi lonjakan yang signifikan, menjadi 25 unit per hari,” ujar Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah.

Sebelum relaksasi PPnBM diberlakukan, yakni pada Februari, penjualan mobil nasional secara ritel terekam turun menjadi 46 ribu unit atau turun sekitar 13 persen dibanding Januari.

Gaikindo mengatakan salah satu penyebab kuat penurunan itu adalah ramainya pemberitaan relaksasi PPnBM sehingga menyebabkan sebagian masyarakat memilih menunda pembelian mobil baru.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan