Whatsapp Posting Tagar #StopAsianHate, Serukan Setop Rasisme

  • Bagikan
8a7d90c8 ilustrasi whatsapp 9 169



ilustrasi whatsapp 9 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

WhatsApp pasang tagar #StopAsianHate melalui akun Twitternya Kamis (18/3). Tagar itu disebut sebagai seruan setop rasisme terhadap warga keturunan Asia-Pasifik.

“Kami berdiri berdampingan dengan komunitas Penduduk Kepulauan Pasifik Amerika Asia hari ini dan setiap hari. #StopAsianHate,” cuit WhatsApp lewat akun Twitter resminya Kamis (18/3).





Selain menulis cuitan, ia juga membagikan unggahan yang isinya menyuarakan anti-rasisme yang kini disebut tengah dirasakan sejumlah warga keterunan Asia yang tinggal di Amerika Serikat.

“Kami mengutuk tindakan xenofobia, kekerasan dan intoleransi – dan menyerukan agar anti kebencian Asia dihentikan. Kepada komunitas Asia dan semua orang yang telah terpengaruh dan terluka oleh kejadian baru-baru ini, kami melihat Anda dan berdiri bersama Anda,” bunyi postingan tersebut.

Baca Juga :  Lebih Variatif, Tong Sampah di Android 12 Punya Banyak Kemampuan

Xenofobia merupakan perasaan benci, takut, waswas terhadap orang asing, maupun sesuatu yang belum dikenal. Kebencian ini juga terjadi pada apapun yang bersifat asing, dikutip KBBI.

Tagar #StopAsianHate merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Stop APPI Hate, yang merupakan sebuah lembaga non profit di Amerika Serikat yang menuntut untuk dihentikanya rasisme terhadap warga Asia yang tinggal di sana.

Baca Juga :  Harga dan Spesifikasi Deretan ASUS ROG Berotak AMD Ryzen 5000 Series

Lembaga itu dibentuk pada 19 Maret 2020 sebagai respons atas tingginya ujaran kebencian, kekerasan, perundungan, diskriminasi yang kerap diterima warga keturunan Asia-Pasifik di AS akibat pandemi Covid-19, seperti dikutip laman resmi APPI Hate.

Berdasarkan laporan yang dirilis Stop APPI Hate menyatakan telah terjadi 3,795 penyerangan bermotif rasial yang telah dilakukan kepada orang Asia sejak awal pandemi Covid-19.

Laporan tersebut merupakan sebagian kecil dari fakta yang terjadi karena banyak korban yang tidak melaporkan diri ke pihak kepolisian setempat, dikutip dari Latimes.

(mik/mik)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan